Diva Tanzil Dipercaya Pacu Transformasi Petani Kopi Lewat Stronger Coffee Initiative di Sumatera

oleh -1.698 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Regional Manager Stronger Coffee Initiative Asia, Chintara Diva Tanzil.

InfoSAWIT, JAKARTA – Sejak bergabung dengan Louis Dreyfus Company (LDC) pada 2023, Chintara Diva Tanzil dipercaya memimpin strategi dan implementasi Stronger Coffee Initiative (SCI) untuk kawasan Asia—sebuah program yang tak sekadar berbicara soal komoditas, tetapi tentang perubahan cara bertani dan membangun masa depan petani kopi.

Sebagai Regional Manager Stronger Coffee Initiative Asia, Diva membawa latar belakang pendidikan Master’s di bidang Sustainable Finance dan gelar Bachelor’s di Business Management. Namun, menurutnya, pelajaran paling berharga justru diperoleh dari kebun dan percakapan langsung dengan petani, serta pengamatan menyeluruh atas rantai pasok kopi Indonesia.

Di Indonesia, mayoritas petani kopi mengelola lahan rata-rata sekitar dua hektare. Potensinya besar, namun produktivitas masih tertinggal dibandingkan negara produsen lain seperti Vietnam.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode II-Februari 2026 Naik Tipis Cenderung Stagnan

“Sayang sekali, lahannya mirip, tetapi jumlah pohon dan produktivitasnya berbeda jauh,” ujar Diva dalam perbincangan dengan InfoSAWIT, belum lama ini.

Melalui Stronger Coffee Initiative, LDC melakukan investasi langsung di tingkat kebun. Namun tidak semua petani otomatis menjadi peserta program. Seleksi dilakukan berdasarkan willingness atau kemauan untuk berubah dan berproses bersama menuju praktik regenerative agriculture.

Petani yang terlibat bukan sekadar anggota kelompok, melainkan bagian dari rantai pasok LDC. Mereka mendapatkan pendampingan intensif dari tim lapangan, termasuk agronom teknis yang membina sejumlah petani aktif di wilayahnya.

BACA JUGA: Apical Dorong Ekonomi Produktif Berbasis Limbah Non-B3, Rumah FABA Kreasi Muda Diresmikan di Dumai

Pendampingan berlangsung di berbagai sentra produksi, seperti Tanggamus, Lampung Barat, dan Lampung Utara, hingga Muara Dua Kisam, Sungai Are, Lahat, dan Pagar Alam di Sumatera Selatan. Dari kebun hingga kolektor, kesinambungan rantai pasok dijaga agar tetap terhubung dan berkelanjutan.

 

Transformasi dari Hulu: Teknik hingga Nilai Tambah

Perubahan praktik budidaya bukan tanpa tantangan. Sebagian petani masih mempertahankan cara tradisional, sementara lainnya mulai terbuka terhadap pendekatan yang lebih modern dan pragmatis.

Tantangan terbesar, kata Diva, adalah membuktikan bahwa pelatihan teknis—mulai dari teknik pemangkasan, penyambungan (grafting), hingga fermentasi pascapanen—akan berdampak langsung pada peningkatan pendapatan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode II-Januari 2026 Naik Rp 24,94 per Kg

“Kalau hanya bicara kebun hijau atau praktik baru, mungkin hasilnya tidak langsung terlihat. Tetapi dari sisi pendapatan, perubahannya signifikan,” jelasnya.

SCI juga mendorong kolaborasi dengan pemerintah daerah, dinas terkait, serta kelompok tani dan ketua kelompok setempat. Tujuannya memastikan transisi dari kebun dengan kondisi tanah kurang optimal menuju kebun yang lebih produktif dan regeneratif dapat berjalan konsisten.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com