InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Stok minyak sawit Malaysia tercatat menurun pada Februari 2026 seiring turunnya produksi dan ekspor, menurut data resmi yang dirilis Malaysian Palm Oil Board (MPOB) pada Selasa.
Dalam laporan kinerja industri tersebut, MPOB mencatat persediaan minyak sawit Malaysia turun 3,9 persen menjadi 2,70 juta ton pada Februari 2026, dibandingkan 2,82 juta ton pada Januari.
“Produksi crude palm oil (CPO) turun 18,6 persen menjadi 1,28 juta ton dari 1,58 juta ton pada bulan sebelumnya,” sebagaimana laporan MPOB, dikutip InfoSAWIT, Kamis (12/3/2026).
BACA JUGA: Hari Perempuan Nasional, Musim Mas Perkuat Pemberdayaan Perempuan di Industri Sawit
Selain produksi, kinerja ekspor juga mengalami penurunan cukup tajam. MPOB melaporkan pengiriman minyak sawit Malaysia pada Februari turun 22,5 persen menjadi 1,13 juta ton, dibandingkan 1,45 juta ton pada Januari.
“Penurunan ekspor tersebut mencerminkan perlambatan permintaan di pasar global serta penyesuaian pasokan pada awal tahun,” catat laporan tersebut.
Dilansir Reuters, pelaku pasar sebelumnya memperkirakan stok minyak sawit Malaysia berada di sekitar 2,63 juta ton pada Februari.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 11–17 Maret 2026 Naik Rp129,83 per Kg
Survei Reuters juga memproyeksikan produksi CPO mencapai 1,3 juta ton, sementara ekspor diperkirakan sekitar 1,18 juta ton.
Namun realisasi data MPOB menunjukkan produksi dan ekspor sedikit lebih rendah dari proyeksi pasar, sementara tingkat stok tercatat lebih tinggi dari perkiraan analis. (T2)
