Dugaan Fraud POME Seret Rantai Pasok Global, Nama Eni dan Neste Ikut Terseret

oleh -13.553 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Ilustrasi Palm Oil Mill Effluent (POME).

InfoSAWIT, BANGKOK – Investigasi internasional mengungkap keterkaitan perusahaan sawit Indonesia yang tengah diselidiki dalam kasus dugaan fraud dengan sejumlah perusahaan energi besar di Eropa, termasuk Eni dari Italia dan Neste dari Finlandia.

Temuan ini berasal dari investigasi bersama AFP dan SourceMaterial yang menyoroti rantai pasok biofuel global, khususnya terkait penggunaan produk turunan sawit sebagai bahan baku energi terbarukan.

Kasus ini berawal dari dugaan praktik manipulasi di Indonesia, di mana sejumlah perusahaan dan oknum pejabat diduga mengklasifikasikan minyak sawit sebagai limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) untuk menghindari pajak ekspor yang lebih tinggi.

BACA JUGA: Pasar Minyak Nabati Global Bergejolak, Harapan Biodiesel Beradu dengan Permintaan Lesu

Bagi pemerintah Indonesia, praktik ini berpotensi menyebabkan kerugian negara hingga jutaan dolar. Sementara bagi pembeli di Eropa, isu ini menimbulkan pertanyaan serius terhadap komitmen keberlanjutan dalam rantai pasok mereka.

Meski demikian, tidak ada indikasi bahwa perusahaan seperti Eni maupun Neste mengetahui atau terlibat dalam praktik fraud tersebut.

 

Rantai Pasok Dipertanyakan

Investigasi menemukan bahwa kedua perusahaan tersebut menerima sejumlah pengiriman produk yang dilabeli sebagai POME dari perusahaan Indonesia yang kini tengah diselidiki.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Riau Periode 18-31 Maret 2026 Naik Rp160,47 per Kg  

Padahal, Uni Eropa telah memutuskan untuk menghapus penggunaan minyak sawit sebagai bahan baku biofuel pada 2030, menyusul kekhawatiran terkait deforestasi.

Pengamat menilai kasus ini mencerminkan lemahnya sistem verifikasi dalam industri biofuel global.

“Uni Eropa telah memutuskan menghapus biofuel berbasis sawit karena kaitannya dengan deforestasi. Namun penyamaran sawit sebagai limbah seperti POME terlalu mudah dilakukan. Sistem verifikasi jelas masih lemah,” ujar Cian Delaney dari Transport and Environment (T&E), dilansir InfoSAWIT dari MalayMail, Rabu (19/5/2026).

BACA JUGA: Jelang Idul Fitri 1447 H, InfoSAWIT Group Lanjutkan Tradisi Berbagi Bingkisan, Perkuat Semangat Kebersamaan

 

Respons Perusahaan

Eni menyatakan tidak memiliki kontrak langsung dengan perusahaan yang terlibat dan menerima pasokan melalui pemasok bersertifikat yang telah menghentikan kerja sama setelah investigasi mencuat.

Sementara itu, Neste menyebut telah menginstruksikan pemasoknya untuk mengecualikan perusahaan terkait dari rantai pasoknya. Hasil uji sampel yang dilakukan perusahaan terhadap pengiriman periode 2023–2025 disebut masih konsisten sebagai limbah berbasis sawit, bukan minyak sawit murni.

Pemerintah Indonesia sebelumnya telah lama mencurigai praktik fraud dalam perdagangan POME. Pada Februari lalu, aparat menangkap 11 orang, termasuk pejabat bea cukai, terkait dugaan manipulasi ekspor sepanjang 2022–2024.

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com