InfoSAWIT, JAKARTA – PT Agrinas Palma Nusantara (Persero) bersama PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) resmi memperkuat sinergi dalam tata kelola pemasaran komoditas kelapa sawit nasional melalui penerapan sistem e-bidding berbasis tender terbuka.
Kerja sama yang mulai diimplementasikan pada Rabu (1/4/2026) ini menjadi langkah strategis dalam mendorong sistem pemasaran yang lebih transparan, kompetitif, serta berbasis mekanisme pasar.
Melalui skema tersebut, kedua BUMN memanfaatkan sistem marketplace dan jaringan tender KPBN yang selama ini dikenal sebagai salah satu referensi harga komoditas, khususnya crude palm oil (CPO).
BACA JUGA: Uni Eropa Perketat Klaim “Hijau”, RSPO Ingatkan Industri Sawit Hindari Istilah Menyesatkan
SEVP Operasional KPBN, Muhammad Zulham Rambe, menegaskan bahwa harga yang terbentuk dalam sistem ini sepenuhnya ditentukan oleh dinamika pasar tanpa intervensi pihak tertentu.
“Harga yang terbentuk adalah harga terbaik pada hari itu, karena benar-benar ditentukan oleh mekanisme pasar yang terbuka,” ujar Muhammad Zulham, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (2/4/2026).
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Agrinas Palma Nusantara dalam kolaborasi ini.
BACA JUGA: Mulai Juli 2026, B50 Resmi Diterapkan, Hemat 4 Juta KL BBM dan Dorong Surplus Solar
“Kami, KPBN mengucapkan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Agrinas Palma Nusantara kepada KPBN,” tambahnya.
Akses Pasar Lebih Luas dan Kompetitif
Bagi Agrinas Palma Nusantara, penerapan e-bidding menjadi langkah penting untuk memperluas akses pasar sekaligus meningkatkan daya saing produk sawit nasional.
Melalui sistem ini, para calon pembeli dapat mengikuti proses tender secara terbuka dan transparan, sehingga menciptakan peluang yang setara bagi seluruh pelaku pasar. Mekanisme tersebut juga mendorong terbentuknya harga jual yang optimal, yang pada akhirnya berkontribusi terhadap peningkatan pendapatan negara.
BACA JUGA: Apical Gelar “Medanlicious”, Edukasi Functional Fats Lewat Eksplorasi Kuliner Interaktif
Implementasi perdana kerja sama ini menunjukkan hasil positif, dengan penjualan sebanyak 6.000 ton CPO yang berhasil terserap pasar dengan tingkat akseptasi mencapai 100 persen.
Tingginya partisipasi pembeli dinilai mencerminkan kepercayaan pasar terhadap sistem yang dibangun, sekaligus menjadi indikator bahwa transparansi dan efisiensi dalam perdagangan komoditas sawit semakin meningkat.
