Risniati Tarigan Buktikan Perempuan Bisa Jadi Penggerak Sawit Berkelanjutan

oleh -289 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sinar Mas/ Risniati, seorang pedagang TBS bersertifikat dari CV PAG, menerima pengakuan atas dedikasinya dalam mendorong keberlanjutan.

InfoSAWIT, SUBULUSSALAM – Industri kelapa sawit selama ini identik dengan peran laki-laki di lapangan. Namun di Desa Gunung Bakti, Subulussalam, Aceh, stigma itu perlahan dipatahkan oleh Risniati Tarigan, sosok perempuan yang kini menjadi inspirasi dalam pengembangan sawit berkelanjutan berbasis Smallholders.

Berawal dari aktivitas sehari-hari sebagai ibu rumah tangga sekaligus pedagang tandan buah segar (TBS), Risniati justru menemukan panggilan yang lebih besar: membantu petani sawit rakyat meningkatkan cara bertani, memperbaiki kualitas hasil panen, dan membuka akses menuju sertifikasi keberlanjutan global.

Dalam kesehariannya, Risniati berinteraksi langsung dengan para pekebun swadaya. Dari sana, ia melihat berbagai persoalan klasik di lapangan, mulai dari pola pemupukan yang tidak terukur, teknik panen yang belum sesuai standar, hingga minimnya pemahaman tentang pengelolaan kebun yang efisien dan aman.

BACA JUGA: Smart SISKA 4.0 Bidik Efisiensi 50%, Teknologi AI dan IoT Siap Ubah Integrasi Sawit-Sapi

Alih-alih menerima kondisi itu sebagai hal biasa, Risniati memilih bergerak.

Ketika mendapat kesempatan mengikuti pelatihan Good Agricultural Practices (GAP) melalui program Sawit Terampil, ia melihat peluang besar untuk membawa perubahan nyata. Pengetahuan yang diperoleh tidak ia simpan sendiri, melainkan dibagikan kepada para petani yang menjadi mitra pasoknya.

Langkah tersebut berkembang menjadi gerakan kolektif. Bersama dua pedagang lainnya melalui CV Perangin-Angin Group (PAG), Risniati mendampingi hampir 300 Smallholders yang mengelola sekitar 680 hektare kebun sawit agar menerapkan praktik budidaya yang lebih baik dan berorientasi keberlanjutan.

BACA JUGA: Limbah Abu Boiler Sawit Disulap Jadi Material Canggih, BRIN Bidik Masa Depan Energi Fleksibel

Hasilnya mulai terlihat. Produktivitas kebun membaik, kualitas TBS meningkat, dan kesadaran petani terhadap standar keselamatan kerja serta tata kelola kebun semakin kuat.

Keberhasilan itu kemudian berujung pada pencapaian besar: sertifikasi RSPO yang resmi diraih kelompok tersebut pada November 2025.

Namun bagi Risniati, pencapaian paling penting bukan hanya sertifikat, melainkan perubahan cara berpikir petani sawit rakyat.

BACA JUGA: BRI Serahkan 2 Bus Sekolah untuk Pelajar di Kebun Sawit Agrinas Palma Nusantara

“Saya bangga. Saya percaya perempuan bisa setara, berpendidikan, dan berhasil di sektor ini,” ungkapnya.

Sebagai perempuan, jalannya tidak selalu mudah. Dalam banyak forum dan pertemuan, ia kerap menjadi satu-satunya perempuan yang hadir. Keraguan dan rasa canggung sempat datang, tetapi ia memilih terus melangkah.

Kini, Risniati bukan hanya menjadi penghubung rantai pasok sawit rakyat, tetapi juga simbol perubahan bahwa perempuan memiliki posisi strategis dalam seluruh mata rantai industri kelapa sawit—dari kebun, perdagangan, hingga kepemimpinan komunitas.

BACA JUGA: 33% Lebih Cerna, Produk ini Jadi Inovasi Pakan Sawit untuk Dongkrak Produktivitas Sapi

Dari Aceh, kisah Risniati memperlihatkan bahwa keberlanjutan sawit Indonesia bukan hanya lahir dari teknologi dan investasi, tetapi juga dari keberanian perempuan desa yang berani belajar, tumbuh, dan memimpin perubahan. (*)

Sumber: Majalah InfoSAWIT Edisi Maret 2026

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com