Emak-Emak dan Anak-anak Geruduk Kantor Bupati Sarolangun, Tolak Operasional Pabrik Sawit PT SMM

oleh -149 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Pabrik Kelapa Ssawit.

InfoSAWIT, SAROLANGUN – Aksi demonstrasi menolak operasional pabrik kelapa sawit milik PT SMM di Kabupaten Sarolangun, Jambi, berlangsung ricuh pada Rabu (13/5/2026). Massa aksi yang berasal dari Desa Pelawan Jaya, Kecamatan Pelawan, didominasi kaum emak-emak yang datang sambil membawa anak-anak mereka ke kantor Bupati Sarolangun.

Ketegangan pecah saat massa berusaha masuk ke halaman kantor bupati untuk menemui Bupati Sarolangun secara langsung. Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi menghadang massa sehingga aksi saling dorong tak dapat dihindari.

Suasana semakin memanas ketika sejumlah emak-emak terdesak di tengah kerumunan. Massa terdengar berteriak meminta aparat mundur karena beberapa peserta aksi disebut sempat terjepit saat kericuhan berlangsung. Di pagar kantor bupati, warga membentangkan baliho tuntutan yang mendesak pemerintah daerah segera menutup pabrik PT SMM yang hingga kini masih beroperasi.

BACA JUGA: 307 Petani Sawit Swadaya di Langkat Peroleh STDB Perdana, Perkuat Traceability dan ISPO

Meski sempat ricuh, aparat kepolisian akhirnya berhasil mengendalikan situasi. Namun demonstrasi tidak langsung mereda. Di tengah hujan deras yang mengguyur kawasan kantor bupati, massa tetap bertahan menyampaikan tuntutan mereka.

Situasi kembali menegangkan ketika salah seorang peserta aksi dilaporkan mengalami kesurupan di tengah demonstrasi. Peristiwa itu menambah kepanikan di lokasi aksi.

Koordinator aksi, Zuber, mengatakan warga menolak keberadaan PT SMM karena perusahaan dinilai beroperasi tanpa sosialisasi kepada masyarakat dan belum memiliki izin resmi dari pemerintah daerah.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumsel Periode II-Mei 2026 Tertinggi Rp3.886,11 per  Kg

“Sebelum PT itu diresmikan dan berdiri, tidak ada sosialisasi. Konsolidasi dilakukan ketika PT sudah berjalan dan beroperasi, tetapi belum memiliki surat resmi dari pemerintah,” tegas Zuber, dilansir InfoSAWIT dari Jambi Link, Selasa (19/5/2026).

Ia menambahkan, aksi tersebut merupakan lanjutan dari demonstrasi sebelumnya yang digelar warga di gedung DPRD Sarolangun sepekan lalu dengan tuntutan serupa.

Kekecewaan warga juga diarahkan kepada DPRD Sarolangun, khususnya anggota Komisi II yang berasal dari daerah pemilihan Pelawan–Singkut. Warga menilai wakil rakyat tidak menunjukkan keberpihakan kepada masyarakat dalam konflik yang kini berkembang di wilayah mereka sendiri.

BACA JUGA: Ketika Ekonomi Cina Melambat, Sawit Justru Menemukan Ruangnya

Di tengah aksi, seorang warga bernama Uus menyebut audiensi dengan DPRD Sarolangun sebelumnya tidak menghasilkan solusi konkret bagi masyarakat. Menurut warga, jalur dialog yang ditempuh selama ini belum pernah melahirkan langkah nyata terkait persoalan operasional PT SMM.

Pemandangan anak-anak yang ikut berdiri membawa poster tuntutan menjadi perhatian dalam demonstrasi tersebut. Bagi warga, kondisi itu menggambarkan bahwa persoalan yang terjadi bukan lagi sekadar konflik perizinan usaha, melainkan menyangkut masa depan lingkungan dan kehidupan masyarakat setempat.

Warga juga menilai pemerintah daerah belum maksimal menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dalam menyikapi persoalan tersebut.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com