Harga TBS Sawit Turun, Ketua DPRD Bengkulu Minta Pabrik Jaga Kesejahteraan Petani

oleh -381 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi.

InfoSAWIT, BENGKULU – Ketua DPRD Provinsi Bengkulu, Sumardi, meminta perusahaan pengolahan kelapa sawit atau pabrik crude palm oil (CPO) tetap memperhatikan kesejahteraan petani sawit di tengah penurunan harga tandan buah segar (TBS) yang dikeluhkan petani dalam beberapa waktu terakhir.

Permintaan tersebut disampaikan menyusul keluhan dari Aliansi Petani Sawit Provinsi Bengkulu terkait anjloknya harga TBS sawit. Pemerintah Provinsi Bengkulu juga diketahui telah menggelar rapat untuk membahas kondisi harga sawit yang menurun dan dampaknya terhadap pendapatan petani.

Sumardi menegaskan, harga TBS sawit sebaiknya dipertahankan pada level minimal Rp2.800 per kilogram agar petani masih memiliki ruang keuntungan yang layak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

BACA JUGA: Bumitama Mendorong Traceability Rantai Pasokan Sawit

Menurutnya, angka tersebut dinilai masih mampu menjaga keseimbangan antara biaya produksi yang dikeluarkan petani dengan hasil penjualan yang diterima.

“Harapan kita, pemilik pabrik TBS yang memproduksi CPO tetap memperhatikan nasib petani dengan mempertahankan harga TBS minimal Rp2.800 per kilogram,” kata Sumardi, dilansir InfoSAWIT dari Tibunnews Bengkulu, Selasa (26/5/2026).

Ia menilai, penurunan harga yang terlalu tajam berpotensi memicu keresahan di kalangan petani sawit. Bahkan, kondisi itu dapat membuat petani ragu menentukan waktu panen karena khawatir hasil penjualan tidak sebanding dengan biaya operasional di kebun.

BACA JUGA: Disbun Riau Terbitkan Edaran, Larang PKS Turunkan Harga TBS Sawit Secara Sepihak

“Jangan sampai petani merasa cemas, waswas, bahkan bingung apakah buah sawit mereka akan dipanen atau tidak,” ujarnya.

 

DPRD Soroti Pentingnya Kemitraan Sawit

Selain meminta harga TBS tetap terjaga, Sumardi juga menekankan pentingnya hubungan kemitraan yang sehat antara perusahaan sawit dan petani di Bengkulu.

Menurutnya, kolaborasi yang baik menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus menciptakan situasi yang kondusif di lingkungan perkebunan dan pabrik pengolahan sawit.

BACA JUGA: Dugaan Manipulasi Harga CPO Lewat Singapura, Menkeu: Tutup Kebocoran via DSI

Ia menegaskan, perusahaan dan petani pada dasarnya memiliki kepentingan yang sama, yakni menjaga keberlanjutan usaha dan meningkatkan kesejahteraan.

“Pabrik ingin usahanya berjalan baik, petani juga ingin hidup dengan layak. Karena itu harus ada kemitraan dan saling menjaga,” ungkapnya.

Sumardi berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan menghindari kebijakan yang berpotensi merugikan petani sawit di Bengkulu, terutama ketika harga komoditas sedang mengalami tekanan.

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com