Harga TBS Sawit Mulai Pulih, Kementan Klaim Mayoritas Perusahaan Sudah Sesuaikan Harga Pembelian

oleh -526 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sebagian besar perusahaan kelapa sawit kini telah menyesuaikan harga pembelian TBS dari petani.

InfoSAWIT, JAKARTA – Upaya pemerintah mengembalikan harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani mulai menunjukkan hasil. Setelah serangkaian langkah pengawasan dan koordinasi yang dipimpin Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri, harga TBS di berbagai daerah dilaporkan mulai bergerak naik dan mendekati harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah.

Dalam keterangan resmi Kementerian Pertanian yang diperoleh InfoSAWIT, Jumat (26/6/2026), pemerintah menyebutkan bahwa pemulihan harga TBS merupakan hasil dari intervensi intensif yang dilakukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bersama Wakil Menteri Pertanian Sudaryono melalui dialog dengan pelaku usaha, asosiasi, serta perwakilan petani sawit.

Langkah tersebut dilakukan menyusul penurunan harga TBS beberapa waktu lalu yang dinilai tidak sejalan dengan tren kenaikan harga minyak sawit mentah (CPO) di pasar global maupun penguatan nilai tukar dolar Amerika Serikat.

BACA JUGA: Pabrik Sawit Tanpa Kebun Dinilai Ganggu Tata Niaga Sawit, Khawatirkan Kaburkan Keterlacakan Pasokan

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan sebagian besar perusahaan kelapa sawit kini telah menyesuaikan harga pembelian TBS dari petani. Berdasarkan laporan harian Kementerian Pertanian, jumlah perusahaan yang belum melakukan penyesuaian harga terus mengalami penurunan.

“Harga TBS sudah naik, 80-85 persen, mungkin saat ini 90 persen sudah naik. Tetapi yang belum naik, tetap kita telusuri bersama Satgas,” ujar Amran pada Rabu.

Menurutnya, perkembangan tersebut menjadi indikator bahwa langkah cepat pemerintah dalam mengawal tata niaga sawit mulai memberikan dampak positif bagi petani. Sebelumnya, sekitar 270 perusahaan teridentifikasi belum menyesuaikan harga pembelian TBS sesuai kondisi pasar. Kini jumlahnya berkurang menjadi sekitar 130 perusahaan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode IV-Juni 2026 Turun Rp34,52 per Kg

“Kemarin kan 270, sekarang ini tinggal 100 lebih ya, 130-an perusahaan. Jadi tinggal sedikit. Yang belum menaikkan tetap diperiksa. Nah, sinyalnya sudah naik, tapi kita monitor. Bukan saja naik lalu turun kembali, tidak. Kita monitor seluruh Indonesia,” katanya.

Amran menegaskan pemerintah tidak hanya fokus pada kenaikan harga, tetapi juga memastikan tren positif tersebut dapat berlangsung secara berkelanjutan. Pengawasan terhadap perusahaan sawit akan terus dilakukan agar petani tidak kembali menghadapi penurunan harga yang dinilai tidak wajar.

Ia menambahkan, keberpihakan pemerintah terhadap petani merupakan arahan langsung Presiden, sehingga Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri terus memperkuat pengawasan tata niaga sawit agar berlangsung lebih sehat, transparan, dan berkeadilan.

BACA JUGA: Kejagung Periksa Dua Perusahaan Sawit dalam Kasus Manipulasi Ekspor Sawit

Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga kesejahteraan sekitar 15 juta petani sawit yang menggantungkan mata pencaharian pada sektor ini. Pemerintah berharap petani menjadi pihak pertama yang menikmati manfaat ketika harga CPO dunia mengalami kenaikan.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah memberikan ultimatum kepada ratusan perusahaan yang masih membeli TBS di bawah harga yang seharusnya. Bersama Satgas Pangan Polri, pemerintah melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap perusahaan yang diduga belum mengikuti ketentuan harga sesuai kondisi pasar.

Hasil pengawasan tersebut mulai terlihat di sejumlah sentra perkebunan sawit nasional. Berbagai daerah melaporkan harga TBS berangsur naik dan mendekati bahkan telah sesuai dengan harga acuan yang ditetapkan pemerintah daerah. Kondisi tersebut memberikan harapan baru bagi petani setelah sebelumnya menghadapi tekanan harga yang cukup tajam.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 24-30 Juni 2026 Turun Rp98,3 per Kg

Amran menegaskan pemerintah akan terus berperan sebagai pengawas untuk menjaga keseimbangan kepentingan antara petani dan pelaku usaha.

“Kita ingin ekosistem sawit yang sehat. Petani sejahtera, pengusaha juga sejahtera. Yang terpenting, petani tidak boleh dirugikan. Karena itu pengawasan akan terus dilakukan sampai harga benar-benar stabil dan dirasakan manfaatnya oleh seluruh petani sawit Indonesia,” tegasnya.

Dengan semakin banyak perusahaan yang menyesuaikan harga pembelian TBS dan pengawasan yang terus diperketat, pemerintah optimistis pemulihan harga akan semakin merata di seluruh sentra sawit nasional. Kondisi tersebut diharapkan mampu memperkuat kesejahteraan petani sekaligus menjaga keberlanjutan industri sawit Indonesia. (T2)

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com