Pelatihan secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pasangkayu, Muhammad Muh. Zain Machmud, yang mewakili Bupati Pasangkayu. Ia menegaskan bahwa sebagai salah satu daerah dengan areal perkebunan kelapa sawit terluas di Sulawesi Barat, peningkatan kapasitas petani menjadi kebutuhan yang sangat penting.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan pelatihan secara maksimal dengan mengombinasikan pengetahuan baru yang diperoleh bersama pengalaman yang telah dimiliki, sehingga mampu meningkatkan kualitas budidaya, panen, dan pascapanen kelapa sawit di Kabupaten Pasangkayu.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pasangkayu berkomitmen melakukan pendampingan dan monitoring terhadap peserta setelah pelatihan berakhir guna memastikan penerapan ilmu di lapangan berjalan efektif.
BACA JUGA: Konsumsi Sawit Domestik Terus Naik, Stok Nasional Menipis di Tengah Harga CPO yang Menguat
Melalui Pelatihan Pengembangan SDM Perkebunan Tahun 2026, pemerintah berharap lahir petani sawit yang memiliki kompetensi teknis maupun manajerial yang lebih baik, sehingga mampu meningkatkan produktivitas, mendukung keberlanjutan usaha perkebunan, serta memperkuat kesejahteraan petani. Kabupaten Pasangkayu juga menargetkan diri menjadi salah satu daerah percontohan penerapan Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) di tingkat nasional. (T2)
