InfoSAWIT, JAKARTA – Industri kelapa sawit dunia berduka. Mantan Direktur Eksekutif Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) periode 2017–2019, Benny Wachjudi, meninggal dunia pada Minggu, 28 Juni 2026.
Kabar duka tersebut disampaikan langsung oleh CPOPC melalui media sosial resminya. Organisasi yang mewadahi negara-negara produsen minyak sawit itu menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Benny Wachjudi, sosok yang dinilai memiliki peran besar dalam membangun fondasi kelembagaan CPOPC pada masa-masa awal berdirinya.
“CPOPC mengenang dedikasi, kepemimpinan, serta kontribusi beliau yang sangat berarti bagi organisasi. Warisan pengabdian beliau akan terus menginspirasi dan dikenang dengan penuh hormat,” demikian pernyataan CPOPC didapat InfoSAWIT, Senin (29/6/2026).
BACA JUGA: BRIN: Karbon Aktif dari Cangkang Sawit Miliki Prospek Cerah, Layak Dikembangkan di Pasar Domestik
Benny Wachjudi dikenal luas sebagai birokrat senior yang memiliki perjalanan panjang di sektor industri dan agribisnis Indonesia. Lulusan Fisika Teknik Institut Teknologi Bandung (ITB) tersebut kemudian meraih gelar Master of Business Administration (MBA) dari University of Bridgeport, Amerika Serikat, yang memperkuat kiprahnya di bidang kebijakan industri dan perdagangan.
Sebelum dipercaya memimpin sekretariat CPOPC, Benny mengemban berbagai jabatan strategis di Kementerian Perindustrian. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Jenderal Industri Agro dan Kimia, Direktur Jenderal Industri Agro, hingga Direktur Jenderal Basis Industri Manufaktur. Dalam masa pengabdiannya, ia turut berperan dalam pengembangan industri hilir berbasis sumber daya alam, termasuk industri kelapa sawit nasional.
Ketika CPOPC dibentuk oleh Indonesia dan Malaysia sebagai wadah kerja sama negara-negara produsen sawit, Benny menjadi figur sentral dalam operasional awal organisasi tersebut. Pada 2016, ia ditunjuk sebagai Direktur Eksekutif pertama dan memimpin pembentukan sekretariat tetap CPOPC di Indonesia, termasuk penandatanganan Host Country Agreement yang menjadi tonggak operasional lembaga tersebut. Di bawah kepemimpinannya, CPOPC mulai memperkuat kerja sama antarnegara produsen, memperjuangkan kepentingan industri sawit global, serta menghadapi berbagai tantangan perdagangan dan kampanye negatif terhadap minyak sawit.
Setelah menyelesaikan masa tugasnya di CPOPC, Benny tetap aktif memberikan kontribusi sebagai penasihat senior di bidang industri serta menjabat Komisaris Independen di sejumlah perusahaan nasional, termasuk PT FKS Food Sejahtera Tbk dan PT Lautan Luas Tbk. Pengalaman panjangnya membuatnya tetap menjadi salah satu tokoh yang disegani dalam pengembangan industri manufaktur dan agro Indonesia.
Kepergian Benny Wachjudi meninggalkan jejak penting bagi perkembangan diplomasi minyak sawit Indonesia di tingkat internasional. Dedikasinya dalam memperkuat posisi negara-negara produsen sawit menjadi bagian dari warisan yang akan terus dikenang oleh para pelaku industri dan komunitas sawit global. (T2)
