APHI dan GAPKI Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Karhutla di Tengah Ancaman Musim Kemarau

oleh -2.147 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta seluruh perusahaan anggota memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

JAKARTA, InfoSAWIT – Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta seluruh perusahaan anggota memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah yang memasuki musim kemarau dan memiliki tingkat kerawanan kebakaran tinggi.

Ketua Umum APHI Soewarso mengatakan pencegahan harus menjadi prioritas perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH). Menurutnya, kesiapsiagaan tidak cukup dilakukan ketika api sudah muncul, tetapi harus dibangun melalui sistem pencegahan yang berjalan sejak awal.

“Kami mengimbau seluruh anggota APHI meningkatkan kewaspadaan dan tidak menunggu sampai terjadi kebakaran. Lakukan deteksi dini, patroli rutin, pengecekan sumber air, kesiapan peralatan dan personel, serta segera merespons setiap titik panas yang terpantau,” ujar Soewarso dalam keterangan yang diterima InfoSAWIT, Jumat (14/8/2026).

BACA JUGA: Menkop Dorong Koperasi Miliki Pabrik CPO, Hilirisasi Sawit Dinilai Perkuat Petani

Ia menekankan pentingnya memastikan seluruh unsur pendukung pengendalian karhutla berada dalam kondisi siap digunakan. Mulai dari personel, sarana dan prasarana pemadaman, sumber air, sistem pemantauan titik panas, hingga mekanisme respons cepat perlu diperiksa secara berkala.

Selain kesiapan internal, APHI mendorong perusahaan memperkuat koordinasi dengan Manggala Agni, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta perusahaan lain yang memiliki areal berdekatan.

Koordinasi lintas pihak dinilai penting lantaran kebakaran dapat bergerak melampaui batas administratif maupun batas konsesi. Dengan komunikasi yang lebih cepat, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui dan ditangani sebelum berkembang menjadi lebih luas.

BACA JUGA: 4 Anak Usaha KAS Group Raih ISPO, Targetkan Seluruh Kebun Rampung Tersertifikasi di 2027

 

Libatkan Masyarakat dalam Pencegahan Karhutla

APHI juga menilai keterlibatan masyarakat di sekitar areal perusahaan menjadi bagian penting dari strategi pencegahan karhutla. Perusahaan didorong meningkatkan edukasi mengenai pembukaan lahan tanpa bakar, memperkuat Masyarakat Peduli Api dan Desa Peduli Api, serta mengembangkan patroli bersama.

“Pencegahan karhutla tidak dapat hanya dilakukan dari dalam areal perusahaan. Masyarakat harus dilibatkan sebagai mitra utama karena mereka merupakan pihak yang berada paling dekat dengan lokasi dan dapat menjadi garda terdepan dalam mendeteksi serta mencegah kebakaran,” kata Soewarso.

Menurut dia, pemberdayaan ekonomi alternatif juga perlu berjalan beriringan dengan edukasi. Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap praktik pembukaan lahan menggunakan api.

BACA JUGA: Melalui BPDP, Ditjenbun dan Koompasia Ilmu Teknik Pemetaan Lahan Kini Telah Sampai ke Tangan Pekebun swadaya

APHI turut meminta perusahaan mendokumentasikan berbagai kegiatan pencegahan, termasuk patroli, sosialisasi, pelatihan, pemeriksaan peralatan, pemantauan titik panas, pembasahan lahan rawan, hingga pendampingan masyarakat.

Dokumentasi tersebut tidak hanya menjadi bukti kesiapsiagaan perusahaan, tetapi juga dapat digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pencegahan dan pengendalian karhutla secara berkelanjutan.

 

GAPKI Minta Perusahaan Sawit Perkuat Pengawasan

Senada dengan APHI, Ketua Umum GAPKI Eddy Martono Rustamadji meminta seluruh perusahaan perkebunan kelapa sawit anggota GAPKI meningkatkan kewaspadaan dan memastikan seluruh aktivitas di areal perkebunan terbebas dari praktik pembukaan maupun pengolahan lahan dengan cara membakar.

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com