APHI dan GAPKI Perkuat Kesiapsiagaan Cegah Karhutla di Tengah Ancaman Musim Kemarau

oleh -2.196 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) meminta seluruh perusahaan anggota memperkuat langkah pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Kami meminta anggota GAPKI memastikan seluruh sistem pencegahan berjalan dengan baik, mulai dari pemantauan titik panas, patroli lapangan, kesiapan regu pemadam, peralatan dan sumber air, hingga koordinasi dengan masyarakat dan pemangku kepentingan di daerah,” ujar Eddy.

Ia menegaskan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan. Dampaknya dapat merembet pada kesehatan masyarakat, aktivitas sosial, perekonomian, hingga keberlanjutan kegiatan usaha.

Karena itu, perusahaan sawit diminta memperkuat pengawasan di dalam maupun sekitar areal perkebunan. Pembinaan terhadap masyarakat pertanian dan perkebunan juga perlu dilakukan secara konsisten agar kesadaran terhadap pembukaan lahan tanpa bakar semakin kuat.

BACA JUGA: Mahasiswa UNDIP Sulap Limbah Sawit Jadi Pakan Ternak, Raih Gold Medal Nasional

GAPKI juga mendorong perusahaan menyediakan sarana dan prasarana pengendalian karhutla serta mengembangkan kegiatan ekonomi produktif bagi masyarakat.

“Perusahaan harus hadir bersama masyarakat, bukan hanya ketika kebakaran terjadi. Edukasi, pelatihan, patroli bersama, dan pengembangan alternatif ekonomi harus dilakukan secara konsisten agar pencegahan benar-benar menjadi budaya bersama,” tutur Eddy.

 

Waspadai Perubahan Cuaca dan Ancaman Karhutla

APHI dan GAPKI selanjutnya mendorong penguatan koordinasi lintas sektor melalui edukasi, patroli terpadu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi deteksi dini, serta penguatan kelompok masyarakat yang terlibat dalam pencegahan kebakaran.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Withdraw pada Rabu (12/8), Harga CPO Malaysia di Bursa Malaysia Melemah

Kedua asosiasi juga menilai informasi mengenai prakiraan cuaca regional dan lokal perlu disampaikan secara lebih intensif kepada perusahaan dan masyarakat. Manajemen perusahaan diharapkan aktif mengikuti perkembangan cuaca melalui kanal resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) maupun sumber informasi cuaca lainnya.

Informasi mengenai kondisi cuaca tersebut dapat menjadi salah satu dasar dalam menentukan tingkat kewaspadaan, meningkatkan kesiapan personel dan peralatan, serta memperkuat langkah pencegahan pada wilayah yang memiliki risiko kebakaran lebih tinggi.

Di tengah potensi meningkatnya ancaman karhutla, APHI dan GAPKI menilai respons cepat menjadi faktor penting. Setiap indikasi kebakaran perlu segera dilaporkan dan ditindaklanjuti dengan mengerahkan sumber daya yang tersedia agar api tidak berkembang dan meluas.

BACA JUGA: Kementan Dorong Transformasi Sawit Nasional, Produktivitas dan Kemitraan Pekebun Jadi Kunci

Melalui imbauan bersama tersebut, APHI dan GAPKI menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan dunia usaha, pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen sektor kehutanan dan perkebunan kelapa sawit dalam menjaga lingkungan serta memastikan kegiatan usaha berlangsung secara berkelanjutan. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com