Suasana pelatihan berlangsung interaktif. Berbagai persoalan yang selama ini dihadapi pekebun menjadi bahan diskusi bersama para narasumber, mulai dari penggunaan bibit yang tidak bersertifikat, keberhasilan peremajaan sawit (replanting), pengendalian gulma, serangan hama dan penyakit tanaman, hingga gangguan babi hutan, tikus, serta monyet yang kerap menurunkan produktivitas kebun.
Sebagai bagian dari proses pembelajaran, peserta juga melakukan kunjungan lapangan ke PT Duta Reka Mandiri untuk melihat secara langsung penerapan standar budidaya kelapa sawit di tingkat perusahaan. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari pengelolaan pembibitan, pemeliharaan tanaman, hingga praktik panen sesuai standar operasional.
Melalui pengalaman lapangan tersebut, pekebun dapat membandingkan praktik yang selama ini diterapkan di kebun masing-masing dengan sistem budidaya yang telah terbukti mampu menghasilkan produktivitas lebih tinggi.
BACA JUGA: MPOB Proyeksikan Harga CPO Bertahan di Atas RM4.000/Ton Sepanjang 2026, Didukung Harga Minyak Dunia
Kolaborasi antara BPDP, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, dan IPB Training diharapkan mampu mempercepat transfer teknologi serta pengetahuan kepada pekebun sawit rakyat.
Peningkatan kompetensi melalui pelatihan semacam ini diharapkan menjadi fondasi penting dalam mendorong produktivitas perkebunan rakyat, memperkuat daya saing sawit nasional, sekaligus mendukung pengembangan industri kelapa sawit Indonesia yang semakin berkelanjutan. (T2)
