Ekspor Produk Sawit ke Belarus Dipacu, Indonesia Bidik Peluang Pasar EAEU Lewat Forum Bisnis Bilateral

oleh -222 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Indonesia berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai produk unggulan ke Belarus, mulai dari elektronik, hasil perikanan, karet, kakao, hingga produk turunan minyak sawit yang dinilai memiliki prospek pasar yang semakin luas.

InfoSAWIT, JAKARTA – Pemerintah Indonesia terus memperluas pasar ekspor produk sawit dan turunannya ke kawasan Eurasia. Komitmen tersebut kembali ditegaskan dalam Indonesia–Belarus Business Forum and Business Matching yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, Selasa, sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan ekonomi bilateral kedua negara.

Forum yang diselenggarakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bersama Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI) itu menjadi ajang mempertemukan pelaku usaha kedua negara untuk memperluas jaringan bisnis, meningkatkan investasi, serta membuka peluang perdagangan yang lebih besar, termasuk bagi komoditas strategis Indonesia seperti minyak sawit.

Dalam keterangan resmi ditulis InfoSAWIT, Sabtu (4/7/2026), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, mengatakan Indonesia berkomitmen meningkatkan ekspor berbagai produk unggulan ke Belarus, mulai dari elektronik, hasil perikanan, karet, kakao, hingga produk turunan minyak sawit yang dinilai memiliki prospek pasar yang semakin luas.

BACA JUGA: MPOB Proyeksikan Harga CPO Bertahan di Atas RM4.000/Ton Sepanjang 2026, Didukung Harga Minyak Dunia

Menurut Airlangga, forum bisnis tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkuat kerja sama antarpelaku usaha (business-to-business) sekaligus menerjemahkan hubungan diplomatik yang telah terjalin menjadi kemitraan ekonomi yang memberikan manfaat nyata.

Ia mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia dan Belarus sepanjang 2025 mencapai sekitar US$221,3 juta, meningkat sekitar 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Tren positif tersebut menjadi modal penting bagi kedua negara untuk terus memperluas kerja sama perdagangan dan investasi.

Momentum penguatan hubungan ekonomi juga diperkuat dengan rencana kunjungan kenegaraan Presiden Republik Belarus, Aleksandr Lukashenko, ke Indonesia pada 1–2 Juli 2026. Kunjungan tersebut diharapkan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis yang mampu mempercepat implementasi kerja sama ekonomi kedua negara.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Aceh Periode 1–14 Juli 2026 Capai Rp 3.622/Kg, Berikut Rincian Wilayah Timur dan Barat

Sementara itu, Deputi Perdana Menteri Republik Belarus Viktor Karankevich menyampaikan bahwa hubungan Indonesia dan Belarus terus berkembang sejak pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Aleksandr Lukashenko. Ia juga mengungkapkan bahwa Presiden Lukashenko telah menandatangani undang-undang ratifikasi Indonesia–Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA).

Menurut Karankevich, implementasi perjanjian perdagangan bebas tersebut akan menjadi fondasi penting dalam memperluas kerja sama ekonomi kedua negara, sekaligus meningkatkan arus perdagangan dan investasi.

Ia juga mendukung pembentukan Indonesia–Belarus Business Council sebagai wadah komunikasi yang lebih intensif antara pelaku usaha Indonesia dan Belarus guna mempercepat realisasi berbagai peluang bisnis.

BACA JUGA: POPSI Minta Pemerintah Buka Metodologi Klaim Under Invoicing Sawit Rp600 Triliun Sebelum Jadi Dasar Kebijakan

Coordinating Vice Chairman for International Affairs KADIN Indonesia, James T. Riady, menilai kemitraan bisnis jangka panjang menjadi kunci dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Kolaborasi dunia usaha, menurutnya, akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan investasi, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Senada dengan itu, Chairman of the Belarusian Chamber of Commerce and Industry (BelCCI), Mikhail Miatlikov, mengapresiasi penyelenggaraan forum bisnis tersebut. Ia menilai struktur ekonomi Indonesia dan Belarus bersifat saling melengkapi sehingga memiliki ruang kerja sama yang luas, baik di sektor industri, perdagangan, maupun pertanian.

Pemerintah Indonesia juga memandang implementasi I-EAEU FTA akan membuka akses yang lebih besar bagi produk nasional, termasuk minyak sawit dan turunannya, ke pasar Eurasian Economic Union (EAEU) yang memiliki sekitar 180 juta penduduk dengan nilai produk domestik bruto (PDB) mencapai US$2,56 triliun.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Pada Kamis (2/7), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Cenderung Terbatas

Selain memperluas akses pasar ekspor, pemerintah berkomitmen menindaklanjuti hasil Sidang Komisi Bersama ke-8 Indonesia–Belarus di bidang perdagangan, ekonomi, dan teknik sebagai bagian dari penguatan hubungan bilateral.

Forum bisnis tersebut sekaligus menegaskan komitmen Indonesia dan Belarus untuk mempererat kemitraan ekonomi yang saling menguntungkan melalui peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan industri, serta pembangunan berkelanjutan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Perdagangan RI Budi Santoso dan Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso. (T2)

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com