InfoAWIT, JAKARTA – Jika Gen 1 adalah pembuktian awal, maka Gen 2 adalah usaha menaikkan standar.
Dalam uji coba Gen 2 Topaz DxP Trial, Asian Agri hanya memproduksi kombinasi DxP yang “teruji dan terbukti”. Hasilnya lebih agresif:
- Tahun pertama panen: 24 ton TBS/ha
- Tahun ketiga–keenam panen: 38 ton TBS/ha
- OER: 29%
- Produksi CPO: lebih dari 10 ton/ha
Lonjakan OER dari 25% ke 29% terdengar kecil bagi orang di luar sawit. Tetapi di industri minyak nabati, kenaikan beberapa persen bisa berarti puluhan miliar rupiah dalam skala ribuan hektare.
“Yang kami kejar bukan sekadar TBS tinggi, tetapi keseimbangan antara produksi tandan, rendemen, dan efisiensi pengelolaan,” dilansir InfoSAWIT dari paparan Asian Agri pada IPOSC 2025 lalu di Kalimantan Barat. “Saat OER naik, maka nilai yang diperoleh dari setiap kilogram TBS juga meningkat.”
Keunggulan OER juga menempatkan Topaz dalam posisi strategis di tengah kompetisi minyak nabati global. Ketika minyak nabati lain bergerak dengan produktivitas terbatas, sawit terus ditekan untuk membuktikan dirinya bukan sekadar luas, tetapi juga efisien.
Ganoderma: Penyakit yang Mengubah Psikologi Kebun
Ada satu kata yang sering membuat rapat kebun sunyi, Ganoderma.
BACA JUGA: Konsumsi Sawit Domestik Terus Naik, Stok Nasional Menipis di Tengah Harga CPO yang Menguat
Jamur penyebab busuk pangkal batang ini bukan hanya ancaman agronomis, melainkan ancaman investasi. Ia bekerja pelan, sering tidak terlihat, tapi dampaknya bisa merobohkan blok-blok tanaman produktif yang sudah berumur matang. Banyak kebun belajar dengan cara paling mahal: kehilangan tanaman, kehilangan produksi, kehilangan waktu.
Asian Agri merespons ancaman itu dengan program seleksi yang lebih serius: Topaz GT (Ganoderma Tolerance).
Tujuan utamanya jelas: mengidentifikasi material DxP yang toleran terhadap Ganoderma, menggunakan “isolat Ganoderma paling patogen” dalam koleksi Asian Agri. Di sinilah riset sawit berubah dari mengejar produktivitas semata menjadi mengejar daya tahan.
BACA JUGA: Panen Lebih Cepat, Produksi Cepat Meningkat, Kisah Sukses Petani dengan Bibit Topaz
Fasilitas penyaringan yang disiapkan bukan skala kecil: lebih dari 2 hektare dengan empat nursery screening, kapasitas 26 ribu bibit per bulan atau 312 ribu bibit per tahun. Sejak 2011 hingga 2024, sebanyak 9.810 progeni telah disaring—setara dengan 1.282.124 bibit.
Bagi kebun, angka itu penting karena menunjukkan komitmen riset yang konsisten, bukan eksperimen singkat.
Topaz GT juga sudah terdaftar di bawah Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian (PPVTPP), Kementerian Pertanian, melalui keputusan menteri No. 45/KPTS/KB.020/2/2019.
