BPDP, Ditjen Perkebunan dan IPB Training Perkuat Kapasitas Pekebun Sawit Empat Lawang Lewat Pelatihan Budidaya Berbasis GAP

oleh -423 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. IPB Training untuk InfoSAWIT/ Sebanyak 85 pekebun kelapa sawit asal Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang berlangsung pada 29 Juni–4 Juli 2026 di Hotel Ayola Sentosa.

InfoSAWIT, PALEMBANG – Upaya meningkatkan produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat terus diperkuat melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Sebanyak 85 pekebun sawit asal Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan, mengikuti Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit yang digelar pada 29 Juni hingga 4 Juli 2026 di Hotel Ayola Sentosa, Palembang.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Program Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit Tahun 2026 untuk Angkatan VII, VIII, dan IX di Sumatera Selatan. Program ini terlaksana melalui kolaborasi antara Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, Dinas Perkebunan Provinsi Sumatera Selatan, serta IPB Training sebagai lembaga penyelenggara.

Pelatihan dirancang untuk memperkuat kemampuan pekebun dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP) agar mampu meningkatkan produktivitas kebun, efisiensi usaha tani, sekaligus mendukung pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalbar Periode IV-Juni 2026 Tertinggi Rp3.519,24 per Kg

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Empat Lawang, Hendra Lezi, mengungkapkan bahwa perkembangan perkebunan kelapa sawit di daerahnya berlangsung sangat cepat dalam beberapa tahun terakhir. Saat dirinya mulai menjabat pada 2022, luas perkebunan sawit di wilayah tersebut baru sekitar 1.000 hektare. Kini, luas areal telah berkembang menjadi sekitar 7.000 hektare dengan peningkatan produksi yang cukup signifikan.

Meski demikian, menurut Hendra, tantangan utama saat ini bukan lagi sekadar perluasan areal, melainkan peningkatan produktivitas kebun rakyat agar mampu bersaing dengan daerah penghasil sawit lainnya.

“Perkembangannya cukup pesat, tetapi produktivitas masih harus terus ditingkatkan. Karena itu peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu langkah penting,” ujarnya, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Sabtu (4/7/2026).

BACA JUGA: Ekspor Produk Sawit ke Belarus Dipacu, Indonesia Bidik Peluang Pasar EAEU Lewat Forum Bisnis Bilateral

Ia menjelaskan, sektor perkebunan sawit di Empat Lawang masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari akses infrastruktur menuju kebun yang terbatas, kepemilikan lahan pekebun yang relatif kecil, hingga masih digunakannya benih yang belum bersertifikat akibat keterbatasan akses maupun modal.

Melalui pelatihan tersebut, para pekebun diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih baik sehingga produktivitas dan kualitas hasil panen dapat meningkat secara berkelanjutan.

Selama enam hari pelaksanaan, peserta memperoleh pembelajaran yang mengombinasikan teori, diskusi, praktik lapangan, serta kunjungan ke kebun perusahaan. Materi yang diberikan mencakup regulasi budidaya kelapa sawit, penggunaan benih unggul bersertifikat, teknik pembibitan, persiapan lahan, penanaman, pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), pemeliharaan tanaman menghasilkan (TM), pemupukan, pengendalian gulma, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga teknik panen yang benar.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 3-9 Juli 2026 Naik Rp 78,63 per Kg

Perwakilan narasumber IPB Training, Prof. Dr. Hariyadi, M.S., menegaskan bahwa produktivitas kebun sawit tidak hanya ditentukan oleh pemupukan, melainkan harus dimulai sejak tahap awal budidaya.

Menurutnya, terdapat tiga faktor utama yang menentukan keberhasilan perkebunan sawit, yakni kesesuaian lahan, penggunaan bibit unggul bersertifikat, serta pemeliharaan tanaman yang dilakukan secara konsisten sesuai kaidah budidaya.

Selain pembelajaran di kelas, peserta juga mengikuti berbagai sesi praktikum untuk meningkatkan keterampilan teknis. Mereka mempraktikkan pengisian media tanam ke polybag, pengukuran tingkat keasaman tanah menggunakan pH meter dan kertas lakmus, simulasi pengajiran sebagai dasar penentuan titik tanam, hingga kalibrasi knapsack sprayer agar aplikasi pupuk maupun pestisida berlangsung lebih efektif dan tepat sasaran.


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com