Di sektor pengembangan SDM, BPDP telah bermitra dengan 44 perguruan tinggi, memberikan beasiswa kepada 13.265 mahasiswa, serta melatih lebih dari 30 ribu petani dan pekebun sebagai bagian dari percepatan adopsi inovasi di lapangan.
Lebih lanjut, BPDP juga mencatat lebih dari 100 hasil riset telah memasuki tahap komersialisasi, baik melalui penandatanganan Letter of Intent (LoI) dengan industri maupun pembentukan perusahaan rintisan (startup) berbasis hasil penelitian.
Menurut Eddy, kolaborasi erat antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem riset sawit yang mampu menghasilkan inovasi berkelanjutan dan memperkuat daya saing industri nasional.
BACA JUGA: PTPN IV PalmCo: Riset Sawit Harus Menjawab Kebutuhan Industri dan Petani di Tengah Tantangan B50
Penandatanganan Komitmen Bersama tersebut dilaksanakan dalam rangkaian Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 yang berlangsung pada 20–21 Juli 2026 di Jakarta. Mengusung tema “Shaping the Palm Oil Industry Ecosystems for a Sustainable Future”, kegiatan ini menjadi wadah diseminasi hasil penelitian, pertukaran pengetahuan, serta penguatan kolaborasi guna mempercepat pemanfaatan inovasi riset bagi kemajuan industri kelapa sawit Indonesia. (T2)
