Petani Sawit Swadaya Aceh Tamiang Tanam 5.000 Pohon untuk Pulihkan Lingkungan dan Mitigasi Perubahan Iklim

oleh -295 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Fortasbi/ Sebanyak 5.000 bibit tanaman buah dan pohon keras ditanam sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus mitigasi dampak perubahan iklim di kawasan yang sempat terdampak abrasi dan bencana pada akhir 2025.

InfoSAWIT, ACEH TAMIANG – Komitmen petani sawit swadaya terhadap praktik perkebunan berkelanjutan kembali ditunjukkan melalui aksi penghijauan di Kabupaten Aceh Tamiang. Sebanyak 5.000 bibit tanaman buah dan pohon keras ditanam sebagai bagian dari upaya rehabilitasi lingkungan sekaligus mitigasi dampak perubahan iklim di kawasan yang sempat terdampak abrasi dan bencana pada akhir 2025.

Dilansir InfoSAWIT dari FORTASBI, Senin (10/8/2026), kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi Forum Petani Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (FORTASBI) bersama Perkumpulan Pekebun Sawit Tenggulun Lestari (PESATRI) yang dimulai sejak Maret 2026 melalui program pembibitan berbagai jenis tanaman bernilai ekonomi dan ekologis.

Berbeda dengan pembibitan pada umumnya di kawasan perkebunan sawit, bibit yang disiapkan bukanlah kelapa sawit, melainkan 14 jenis tanaman yang terdiri dari tanaman buah dan tanaman keras. Di antaranya 1.500 bibit durian, 800 alpukat, 500 mangga, serta jambu madu, duku, kelengkeng, jengkol, matoa, manggis, kemiri, mahoni, hingga kayu manis.

BACA JUGA: Angkutan CPO KAI Naik 18 Persen hingga Juli 2026, Didorong Implementasi Biodiesel B50

Puncak kegiatan berlangsung pada 26 Juli 2026 di Desa Sumber Makmur, Kecamatan Tenggulun, ketika ribuan bibit tersebut ditanam secara serentak di berbagai lokasi strategis. Selain di pekarangan rumah warga, penanaman juga dilakukan di sempadan Sungai Pantai Dusun Rengas (DAM Rengas), lingkungan sekolah dasar dan taman kanak-kanak, sepanjang jalan desa, hingga kawasan perhutanan sosial yang berada di sekitar Kawasan Ekosistem Leuser.

Aksi penghijauan itu melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, guru, tokoh masyarakat, pemuda, kelompok tani hutan, hingga perwakilan Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL). Kolaborasi tersebut diarahkan untuk memulihkan kawasan sempadan sungai yang mengalami abrasi sekaligus memperkuat fungsi ekologis wilayah yang rentan terhadap bencana.

Ketua FORTASBI, Sutiyana, mengatakan sertifikasi sawit berkelanjutan seharusnya tidak berhenti pada pemenuhan standar pasar, tetapi menjadi awal bagi petani untuk menjaga kawasan bernilai konservasi tinggi dan memperkuat budaya pelestarian lingkungan di sekitar perkebunan.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 7 – 13 Agustus 2026 Turun Rp. 30,2 per Kg

Menurutnya, kegiatan penghijauan merupakan implementasi nyata praktik pertanian regeneratif yang mengintegrasikan produktivitas perkebunan dengan upaya mitigasi perubahan iklim.

“Keberadaan perkebunan sawit swadaya bukan hanya berdampak pada kesejahteraan petani, tetapi juga mampu menjaga keanekaragaman hayati dan merawat kawasan penting seperti sempadan sungai,” ujar Sutiyana.

Kepala Desa Sumber Makmur, Salihin, mengapresiasi inisiatif tersebut karena dinilai memberikan manfaat ganda, yakni memperbaiki kualitas lingkungan sekaligus menyediakan tanaman produktif yang dapat dimanfaatkan masyarakat di masa mendatang.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kalteng Periode II-Juli 2026 Naik, Plasma Tembus Rp3.791,30/Kg dan Swadaya Rp3.477,40/Kg

Menurutnya, penanaman pohon di pekarangan rumah, fasilitas umum, sekolah, hingga kantor desa akan menciptakan lingkungan yang lebih hijau, teduh, dan berpotensi memberikan hasil ekonomi melalui buah-buahan yang dihasilkan.

Sementara itu, Ketua PESATRI, Langkat Ginting, menilai gerakan yang dilakukan petani sawit swadaya di Aceh Tamiang menjadi bukti bahwa sektor sawit dapat berjalan seiring dengan upaya pelestarian lingkungan.

Ia berharap langkah tersebut menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun lanskap perkebunan yang tidak hanya produktif, tetapi juga tangguh menghadapi perubahan iklim dan berbagai ancaman bencana ekologis.

BACA JUGA: HIP Biodiesel Agustus 2026 Naik Jadi Rp14.924 per Liter

Melalui penanaman ribuan pohon tersebut, petani sawit swadaya menunjukkan bahwa peningkatan produksi komoditas strategis nasional dapat berjalan berdampingan dengan upaya menjaga keanekaragaman hayati, memperkuat fungsi kawasan penyangga, serta menciptakan lingkungan yang lebih lestari bagi generasi mendatang. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com