Kemerdekaan Ekonomi dan Jalan Panjang Koperasi Rakyat

oleh -482 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Jamaluddin, Ketua Koperasi Perkebunan Belayan Sejahtera.

Di sinilah koperasi menemukan kembali alasan keberadaannya.

 

Membesarkan Usaha Tanpa Mengecilkan Pemilik

Koperasi menawarkan kemungkinan bahwa usaha bisa menjadi besar tanpa kepemilikannya terkumpul pada sedikit orang.

Seribu petani dapat memiliki perusahaan angkutan. Lima ribu petani dapat memiliki pabrik. Puluhan koperasi dapat memiliki perusahaan pupuk. Ratusan koperasi dapat membangun pusat distribusi, teknologi, pembiayaan, bahkan perusahaan ekspor bersama.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Kaltim Periode I-Agustus 2026 Naik Rp33,58 per Kg

Skala usaha bisa besar, manajemen profesional, dan teknologi modern, sementara pemilik akhirnya tetap ribuan atau jutaan anggota.

Masalahnya, selama puluhan tahun kita membangun koperasi dengan imajinasi yang terlalu kecil. Koperasi sering ditempatkan pada toko sembako atau simpan pinjam. Ketika masuk ke industri, teknologi, perdagangan nasional, pengolahan, dan ekspor, imajinasi kita berpindah kepada perseroan dan pemilik modal besar.

Padahal tidak ada alasan ribuan petani tidak boleh memiliki pabrik besar atau jutaan anggota koperasi memiliki perusahaan teknologi.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Jambi Periode 14–20 Agustus 2026 Turun Rp32,15 per Kg 

Pemikiran Soekarno dan Hatta masih relevan di sini. Soekarno menempatkan Berdikari sebagai bagian penting dari kemerdekaan, sementara Hatta melihat koperasi sebagai jalan menuju demokrasi ekonomi. Namun gagasan itu harus diterapkan dalam konteks abad ke-21: menghadapi perusahaan global, teknologi digital, perubahan iklim, pasar internasional, dan rantai pasok yang semakin panjang.

Berdikari bukan berarti hidup sendirian. Kita tetap membutuhkan bank, investor, perusahaan besar, teknologi asing, pasar ekspor, bahkan modal luar negeri. Kemandirian adalah kemampuan bekerja sama dari posisi yang lebih setara.

Bagi petani, ukurannya sederhana: ketika harga tidak masuk akal, apakah ada pembeli lain? Ketika pupuk mahal, apakah mereka mampu membeli bersama? Ketika biaya angkut tinggi, apakah mereka memiliki kendaraan? Ketika bahan mentah dihargai murah, apakah mereka mampu masuk ke pengolahan?

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik Tipis pada Jumat (14/8), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Menguat

Setiap jawaban yang berubah dari “tidak” menjadi “bisa” menunjukkan tumbuhnya kemerdekaan ekonomi.

 

Koperasi Jangan Berhenti Menjadi Toko

Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih juga menjadi kesempatan besar. Pada Juli 2025 pemerintah meluncurkan kelembagaan 80.081 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih untuk mendorong kemandirian, swasembada pangan, dan pemerataan ekonomi dari desa.

Namun Indonesia tidak membutuhkan 80 ribu papan nama baru. Kita membutuhkan organisasi ekonomi yang benar-benar bekerja.

 


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com