PSR Riau Capai 55.140 Hektare, Dana Peremajaan Sawit Rakyat Tembus Rp1,9 Triliun

oleh -234 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi peremajaan sawit rakyat.

InfoSAWIT, PEKANBARU – Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) di Provinsi Riau terus menunjukkan perkembangan. Hingga 1 September 2026, realisasi peremajaan kebun sawit rakyat di provinsi tersebut telah mencapai 55.140,14 hektare, dengan total dana yang telah disalurkan sekitar Rp1,9 triliun.

Dilansir InfoSAWIT dari Media Center Riau, Jumat (25/9/2026), program PSR menjadi salah satu instrumen pemerintah untuk memperbaiki produktivitas kebun sawit rakyat yang sudah memasuki usia tidak produktif.

Kepala Dinas Perkebunan Riau Supriadi mengatakan, PSR menyasar kebun sawit yang memenuhi sejumlah kriteria, antara lain tanaman berusia lebih dari 25 tahun, produktivitas di bawah 10 ton Tandan Buah Segar (TBS) per hektare per tahun, serta kebun yang menggunakan benih tidak unggul.

BACA JUGA: Denda Kebun Sawit Capai Rp21,9 Triliun, PURAKA Soroti Tata Kelola Aset Hasil Penertiban

“Berdasarkan data realisasi, program PSR periode 2017-2026 telah menjangkau 23.789 pekebun yang tergabung dalam 235 kelembagaan pekebun,” ujar Supriadi, Senin (21/9/2026).

Dari total realisasi tersebut, sebanyak 44.244,65 hektare dilaksanakan melalui jalur dinas, sedangkan 10.895,49 hektare melalui jalur kemitraan.

 

Kampar Jadi Wilayah dengan Realisasi PSR Terluas

Kabupaten Kampar menjadi wilayah dengan realisasi PSR terbesar di Riau. Hingga 1 September 2026, luas kebun yang telah masuk program peremajaan mencapai 13.023,74 hektare, melibatkan 5.590 pekebun yang tergabung dalam 42 kelembagaan.

BACA JUGA: Desakralisasi Kearifan Lokal untuk Mitigasi Karhutla

Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Pelalawan dengan realisasi 8.890,44 hektare yang mencakup 3.739 pekebun.

Sementara itu, Kabupaten Siak mencatat realisasi 8.590,42 hektare dengan melibatkan 3.658 pekebun. Kemudian Kuantan Singingi mencapai 7.123,94 hektare dengan 2.731 pekebun.

Realisasi PSR di sejumlah kabupaten lainnya meliputi Indragiri Hulu sebesar 5.731,10 hektare dengan 2.488 pekebun, Rokan Hilir 4.482,34 hektare dengan 2.265 pekebun, serta Rokan Hulu 4.291,44 hektare dengan 1.744 pekebun.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumbar Periode IV September 2026 Turun Rp55,44 per Kg

Selanjutnya, Indragiri Hilir mencatat 1.861,87 hektare dengan 990 pekebun, Bengkalis 779,70 hektare dengan 374 pekebun, dan Kota Dumai sebesar 365,15 hektare yang melibatkan 210 pekebun.

 

Dana PSR Naik Menjadi Rp60 Juta per Hektare

Supriadi menjelaskan, pelaksanaan PSR di Riau mengacu pada sejumlah regulasi pemerintah. Salah satunya Keputusan Direktur Utama BPDP Nomor 252/2024 yang meningkatkan besaran dukungan dana PSR dari sebelumnya Rp30 juta menjadi Rp60 juta per hektare.

Selain itu, pelaksanaan program juga mengacu pada Perpres Nomor 132/2024 tentang BPDPKS serta Permen Nomor 05/2025 mengenai pengembangan sumber daya manusia dan peremajaan kelapa sawit.

BACA JUGA: Tapir Betina Terperosok di Saluran Air Perkebunan Sawit Mesuji, BKSDA Lakukan Evakuasi

Dana tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kebutuhan peremajaan, mulai dari pembongkaran tanaman tua, pengadaan bibit unggul bersertifikat, penanaman kembali hingga pemeliharaan tanaman pada fase awal.

Menurut Supriadi, keberlanjutan program PSR diharapkan dapat membantu pekebun menghadapi persoalan rendahnya produktivitas akibat tanaman yang telah melewati usia ekonomis.

“Program PSR ini diharapkan menjadi solusi bagi ribuan hektare kebun sawit rakyat yang saat ini sudah tidak produktif, sehingga petani bisa kembali menikmati hasil panen yang optimal secara berkelanjutan,” katanya.

BACA JUGA: Investasi Pabrik Mini CPO Capai Rp40 Miliar, Koperasi Petani Sawit Didorong Masuk Hilirisasi

Dengan realisasi yang telah mencapai lebih dari 55 ribu hektare, PSR Riau menjadi bagian penting dalam upaya memperbarui tanaman sawit rakyat sekaligus menjaga produktivitas perkebunan rakyat dalam jangka panjang. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com