InfoSAWIT, JAKARTA – Di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia, Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) menegaskan pentingnya pengawasan berbasis data dan verifikasi independen untuk memastikan kepatuhan perusahaan anggota terhadap standar keberlanjutan.
CEO RSPO, Joseph D’Cruz, mengatakan organisasi tersebut telah memiliki sejumlah mekanisme pencegahan, pemantauan, hingga penanganan kebakaran yang wajib diterapkan oleh seluruh anggota bersertifikat. Sistem tersebut tidak hanya mencakup pengawasan di dalam konsesi, tetapi juga mendorong kerja sama dengan masyarakat di sekitar perkebunan.
Menurut Joseph, standar RSPO sejak 2018 telah melarang deforestasi dan praktik pembakaran. Anggota bersertifikat juga diwajibkan memiliki protokol serta kapasitas untuk mencegah, memantau, dan merespons kebakaran.
BACA JUGA: RSPO Menegaskan Komitmen Terhadap Akuntabilitas dalam Menangani Krisis Kebakaran di Indonesia
“Standar dan sistem ini telah diterapkan selama bertahun-tahun, bukan sesuatu yang baru diberlakukan hanya untuk menghadapi musim kebakaran saat ini,” ujarnya dalam konferensi pers RT RSPO 2026 dihadiri InfoSAWIT, Selasa (3/11/2026).
Ia menjelaskan, kepatuhan anggota diverifikasi melalui audit tahunan oleh pihak ketiga. Selain itu, RSPO memiliki sistem pemantauan titik panas atau hotspot yang dapat memberikan peringatan kepada anggota ketika terdeteksi potensi risiko kebakaran.
Joseph mengingatkan agar publik tidak langsung menyamakan kemunculan titik panas dengan kebakaran maupun menganggap setiap kebakaran sebagai bukti adanya pembakaran yang disengaja.
BACA JUGA: Langkah Strategis Petani Swadaya Sawit
RSPO juga menyediakan mekanisme pengaduan dan investigasi independen untuk menindaklanjuti laporan dugaan pelanggaran standar.
“Kami sejauh ini belum menerima bukti atau laporan bahwa anggota bersertifikat kami secara sengaja menyalakan api. Jika ada pihak yang memiliki bukti, silakan melaporkannya. Kami akan melakukan investigasi dan mengambil tindakan,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, RSPO menghadirkan Dr. David Gaveau, pendiri TheTreeMap, yang mengembangkan platform Nusantara Atlas. Peneliti penginderaan jauh tersebut telah melakukan penelitian konservasi di Indonesia sejak 2002 dan memantau kondisi hutan serta kebakaran melalui teknologi satelit.
BACA JUGA: Perempuan Koperasi Belayan Sejahtera Perkuat Peran Petani Sawit Berkelanjutan
Kehadiran Nusantara Atlas diharapkan membantu publik memperoleh informasi berbasis data mengenai kondisi di lapangan, sehingga pembahasan mengenai karhutla dapat dilakukan secara lebih transparan dan terukur. (T2)




















