RSPO RT2026 Bahas Kebakaran di Indonesia, Gerbang Ekspor Tunggal, dan Inklusi Petani Swadaya

oleh -342 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. RSPO/ Chief Executive Officer (CEO) RSPO, Joseph D’Cruz.

InfoSAWIT, JAKARTA – Konferensi Tahunan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RT2026) mempertemukan para pemangku kepentingan global untuk memobilisasi aksi nyata bagi industri minyak sawit yang lebih berkelanjutan, dengan memastikan mandat dasar RSPO terus memberikan kemajuan lingkungan dan sosial yang nyata di tengah perubahan kondisi geopolitik dan dinamika pasar dunia.

Kebakaran hutan dan lahan di Indonesia: Data menunjukkan konsesi bersertifikat RSPO terdampak kebakaran pada tingkat yang jauh lebih rendah daripada rata-rata industri

Konferensi utama RSPO ini diselenggarakan pada periode yang penuh tantangan bagi Indonesia. Di tengah salah satu fenomena El Niño terkuat dalam sejarah, kebakaran hutan dan lahan telah membakar lebih dari 1,9 juta hektare di seluruh penjuru nusantara antara Januari hingga September 2026, berdasarkan analisis satelit oleh Nusantara Atlas.

BACA JUGA: CPOPC, RSPO, dan Kadin Dorong Kolaborasi untuk Perkuat Sawit Berkelanjutan

Dalam pidato kuncinya, Chief Executive Officer (CEO) RSPO, Joseph D’Cruz, menanggapi kritik publik yang ditujukan kepada sektor ini, sembari mengapresiasi kerja keras para anggota RSPO dalam  memadamkan  kebakaran  di  garis  depan  di  Sumatera  dan  Kalimantan.

“Kita  bukanlah industri  yang  bersembunyi  dari  pengawasan  publik.  Kita  adalah  sebuah  kemitraan  yang memantau diri sendiri secara lebih ketat dibandingkan pihak luar mana pun yang memantau kita,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Kamis (4/11/2026).

Saat memaparkan data awal pemantauan satelit dari Nusantara Atlas untuk periode Januari hingga September 2026, Dr. David Gaveau, pendiri TheTreeMap, menyatakan, “Ketika kita mencermati kebakaran di dalam area konsesi bersertifikat RSPO dan melakukan verifikasi silang data tersebut dengan RSPO, kami mendapati 14.500 hektare lahan terbakar atau terdampak api di dalam konsesi-konsesi ini. Angka ini mencakup sekitar 0,8% dari total 1,9 juta hektare yang terbakar di seluruh Indonesia sepanjang tahun 2026,” kata David.

BACA JUGA: GAPKI Perkuat Penanganan Karhutla, Kerahkan Personel dan Peralatan di Sejumlah Daerah

D’Cruz menambahkan, “Jika konsesi tertentu menunjukkan pola kebakaran yang tidak wajar, kami akan mengidentifikasi dan menginvestigasinya. Selain itu, hasil analisis memperlihatkan bahwa tidak ada lahan yang terbakar di lahan milik petani swadaya bersertifikat RSPO. Hingga saat ini, tidak ada data atau bukti apa pun yang mengindikasikan bahwa unit bersertifikat RSPO secara sengaja menyulut api.”

D’Cruz menyampaikan seruan tegas agar Anggota RSPO memanfaatkan data, fakta, dan bukti yang tersedia, “Kita semua harus menunjukkan kemauan untuk mempertahankan apa yang telah kita bangun. Ketika kita memilih diam, kita membiarkan pelaku-pelaku terburuk mendefinisikan industri kita dan merusak kerja keras selama dua dekade, serta membiarkan sistem yang menjadi tumpuan jutaan mata pencaharian diremehkan oleh pihak-pihak yang tidak pernah memahaminya,” kata D’Cruz.

 

Menghubungkan Petani Swadaya dengan Pembeli Global

Mata pencaharian masyarakat pedesaan paling nyata tercermin pada kalangan petani kecil, yang memproduksi hampir separuh dari total minyak sawit di Indonesia. Indonesia merupakan rumah bagi 77% petani swadaya bersertifikat RSPO di dunia. RT2026 memberikan penghargaan kepada 45 kelompok petani swadaya baru dari Kolombia, Indonesia, Malaysia, Peru, dan Thailand yang telah berhasil menuntaskan sertifikasi awal RSPO mereka.

BACA JUGA: Koperasi Belayan Sejahtera Anggota RSPO Libatkan Petani Swadaya dalam Pencegahan dan Penanganan Karhutla

Selain itu, ajang Temu Bisnis Petani Swadaya RSPO (RSPO Independent Smallholder Business Matching) mempertemukan para calon pembeli kredit dengan petani swadaya dari berbagai belahan dunia. RSPO memberikan apresiasi kepada anggota-anggota teladan atas dukungan nyata mereka terhadap petani swadaya melalui pembelian Kredit RSPO periode November 2025 hingga September 2026: Kao Corporation, Nestlé S.A., dan Unilever PLC, bersama pembeli perdana terkemuka seperti Lakeland Dairies Co-operative Society Limited dan Pitak Palm Oil Company Limited.

 

 

Makna Gerbang Ekspor Indonesia bagi Minyak Sawit Berkelanjutan

Gerbang Ekspor Tunggal (Single Export Gate) Indonesia merupakan salah satu perkembangan paling signifikan di sektor ini, yang menata ulang lanskap ekspor sawit Indonesia di kancah global. Pada tahun 2026, Danantara Indonesia, badan investasi pemerintah, mendirikan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) untuk mengawasi dan mengelola ekspor komoditas strategis. Dalam kerangka kerja ini, Luke Mahony, CEO DSI, menjelaskan dalam sebuah Dialog Khusus (Special Dialogue) mengenai bagaimana sistem baru ini bersama dengan minyak sawit berkelanjutan dapat saling melengkapi guna memperkuat kepercayaan pasar global.

“Kami menyambut baik dialog dengan RSPO ini karena aspek keberlanjutan dan akses pasar harus berjalan beriringan. Mandat DSI sangat tegas: kami memfasilitasi, bukan menghambat. Kami hadir untuk menegakkan standar industri, mempermudah kepatuhan regulasi, serta memperkuat kepercayaan dunia terhadap minyak sawit Indonesia,” ungkap Mahony.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Mitra Swadaya Riau Periode 4–10 November 2026 Turun, Umur 9 Tahun Rp3.729,47 per Kg

DSI bertujuan untuk menghadirkan transparansi dan kredibilitas pada pasar komoditas Indonesia, dengan memanfaatkan data yang ada dalam ekosistem dan memadukannya dengan realitas pasar, termasuk aspek keberlanjutan dari perspektif RSPO, pasokan, harga, dan produksi. Di bawah model perantara DSI yang akan diluncurkan pada Januari 2027, pembeli dan penjual tetap menjaga hubungan bisnis mereka, sementara DSI melindungi kontinuitas ekspor dan menjaga rantai ketertelusuran. (T2)

 


Dapatkan update berita InfoSAWIT setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com