InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Merujuk analisa pengamat minyak sawit dan Direktur di Godrej International limited, Dorab Mistry, stok minyak sawit Malaysia akan terus menyusut hingga Mei 2023 dan akan berada di bawah 2 juta ton.
“Termasuk penerapan campuran biodiesel 35% di Indonesia akan membuat stok terbatas di paruh pertama tahun 2023,” kata Dorab Mistry dalam sebuah seminar pada Sabtu (17/12/2022), seperti dilansir Reuters.
Lebih lanjut tutur Dorab, di Malaysia, produsen terbesar minyak sawit kedua, stok minyak sawit pada akhir November turun untuk pertama kalinya dalam enam bulan terakhir menjadi 2,29 juta ton, karena produksi merosot disaat ada sedikit peningkatan ekspor.
Sementara, produksi minyak sawit Malaysia telah dibatasi oleh kekurangan tenaga kerja pada tahun 2022, tetapi kata Dorab, kendati ada prediksi penurunan produksi disebabkan beberapa faktor tersebut, produksi minyak sawit Malaysia masih bisa meningkat menjadi sekitar 19 juta ton pada tahun 2023. (T2)
