InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Minyak sawit di Bursa Berjangka Malaysia naik untuk sesi ketiga pada Selasa (20/12/2022), meningkat akibat melonjaknya harga minyak nabati lainnya dan harga minyak mentah yang menguat, serta adanya kejadian kebanjiran di Malaysia memicu kekhawatiran atas produksi dan kemungkinan gangguan pasokan.
Dilansir Reuters, kontrak benchmark minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Maret 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange naik RM 52 per ton, atau terdapat peningkatan sekitar 1,32%, menjadi RM 3.981 (US$ 897,83) per ton selama awal perdagangan.
Dalam catatan Refinitiv Agriculture Research, Senin (19/12/2022), lantaran masuknya periode musim hujan di Asia Tenggara, termasuk di Malaysia hingga akhir Desember, telah meningkatkan risiko banjir dan bisa mengganggu pasokan dalam waktu dekat.
Masih dilansir Reuters, kontrak minyak kedelai teraktif di Bursa Dalian DBYcv1 naik 0,2%, sementara kontrak minyak sawit DCPcv1 naik 1%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 naik 0,4%. (T2)
