InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit di Busa Berjangka Malaysia terus mengalami penurunan untuk sesi kedua, mencapai level terendah sepanjang tiga minggu terakhir pada Rabu, (11/1/2023), dampak dari para pedagang yang mengkhawatirkan permintaan, menyusul pengiriman awal Januari anjlok hingga setengahnya.
Dilansir Reuters, patokan kontrak minyak sawit FCPOc3 untuk pengiriman Maret 2023 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange turun RM 76 per ton, atau terdapat penurunan sekitar 1,91%, menjadi RM 3.908 (US$ 893,46) per ton selama awal perdagangan, terendah sejak 23 Desember 2022 lalu.
Merujuk laporan Surveyor Kargo pada Selasa (10/1/2023), ekspor minyak sawit dari Malaysia selama periode 1-10 Januari anjlok antara 49% hingga 51% dibandingkan ekspor Desember 2022 pada periode yang sama, akibat adanya pelambatan pengiriman ke India.
BACA JUGA: Hadapi Kampanye Negatif dan Diskriminasi Sawit, Indonesia – Malaysia Perlu Kerjasama Erat
Ditambah sesuai informasi dari Dewan Minyak Sawit Malaysia (MPOB), stok akhir minyak sawit Malaysia di Desember 2022 turun ke level terendah sejak Agustus 2022, akibat banjir yang meluas berdampak pada produksi selama musim hujan diakhir tahun.
Masih dilansir Reuters, kontrak minyak kedelai teraktif di Bursa Dalian dengan kode DBYcv1 turun 0,6% sementara kontrak minyak sawit dengan kode DCPcv1 turun 2,1%. Harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade BOcv1 turun 0,1%. (T2)
