Besi Tua dan Kebun Sawit, Jadi Barang Lelang Primadona Lantaran Banyak Peminat

oleh -657 Dilihat
infosawit
Dok. Istimewa

InfoSAWIT, JAKARTA – Diungkapkan Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Joko Prihanto, barang lelang yang jadi primadona pada 2022 adalah besi-besi tua. Barang tersebut langsung ada peminatnya hanya dalam satu kali lelang. karena setiap ada penjualan besi tua itu cepat lakunya (saat) ada kapal, ada bongkaran pabrik dan sebagainya.

Selain besi-besi tua, barang lelang yang jadi primadona selanjutnya adalah kebun kelapa sawit. Komoditas satu itu disebut banyak peminatnya kendati nilainya cukup besar.

Sepanjang 2022 DJKN mencatat, nilai transaksi lelang mencapai Rp 35,23 triliun. Sehingga terkumpul Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) lelang Rp 850 miliar.

BACA JUGA: Bermodal Minyak Sawit, Luhut Bakal Pastikan Stop Impor BBM di 2045

Joko menyebut nilai transaksi lelang di 2022 itu merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah 115 tahun dilaksanakan lelang di Indonesia. Nilai itu didominasi oleh Lelang Pasal 6 Undang-Undang Hak Tanggungan (UUHT) 29,34% sebesar Rp 9 triliun.

Jenis lelang lainnya yang memberi kontribusi besar antara lain Lelang Harta Pailit Rp 2 triliun, dari Lelang Sukarela Rp 13 triliun, Lelang BMN/D (selain Bea Cukai) Rp 0,8 triliun, Lelang Barang Rampasan/Sitaan Kejaksaan Rp0,6 triliun, dan dari Lelang Eksekusi Pengadilan Rp 0,4 triliun.

Transaksi lelang juga turut berkontribusi bagi penerimaan negara berupa hasil lelang yang masuk ke kas negara sebesar Rp 1,5 triliun, penerimaan pajak pusat Rp 266 miliar, dan pajak daerah sebesar Rp 93 miliar.

BACA JUGA: Seluruh Pemkab di Jambi Dianjurkan Bentuk Satgas Pemantau Harga TBS Sawit

“Jadi selama 115 tahun lelang di Indonesia, capaian tertinggi ya 2021-2022 karena tembus Rp 35 triliun transaksi melalui lelang, luar biasa,” kata Joko dalam Bincang Bareng DJKN, Jumat (20/1/2023). (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dari infosawit.com. Mari bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.