Nyatanya, perjuangan perempuan juga menjadi inspirasi Maria, agar bisa mempekerjakan ibu-ibu di sekitar daerah pabrik. Lantaran umumnya setelah menikah, perempuan di Bali kebanyakan tidak bisa bekerja. Lantaran banyak ritual tradisional Bali yang harus dilakukan perempuan setelah menjadi seorang istri.
Setelah bekerja di factory Spa, para perempuan itu masih bisa melakukan kewajiban pada rumah tangganya. Seperti, tanggung jawab ibu terhadap anak, masih bisa dilakukan ketika bekerja di Factory Spa. “Lantaran mereka memiliki tanggung jawab tinggi atas pekerjaan yang dilakukan”, kata Maria.
Bicara sustainability (keberlanjutan), perusahaan kecil cenderung lebih sering memberikan kesempatan bekerja bagi para perempuan. Sebagai natural product, produk kecantikan dan personal care juga sejalan dengan isu besar akan minyak sawit berkelanjutan.
BACA JUGA: Produk Turunan Minyak Sawit Bersertifikat RSPO, Banyak Digunakan Hotel dan Restoran di Bali
“Minyak sawit berkelanjutan menjadi konsen Spa Factory, lantaran digunakan sebagai salah satu ingredient akan produk yang dihasilkan,” tandasnya. (T1)
