Diungkapkan Presiden Apical, Dato’ Yeo How, pasokan bahan baku generasi kedua berkualitas tinggi dari Apical adalah kunci untuk memastikan usaha patungan baru ini, untuk mencapai visi bersama kami dalam mengurangi emisi gas rumah kaca di seluruh transportasi udara, laut, dan darat.
“Penggunaan SAF dan diesel terbarukan yang lebih luas dapat memberikan manfaat yang signifikan dalam skala global, baik dalam hal mitigasi dampak perubahan iklim, maupun mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Apical, melalui Bio-Oils, akan memastikan pasokan bahan mentah dan menyumbangkan keahlian kami dalam memproduksi biofuel,” kata Dato’ Yeo How dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (18/4/2023)
Sementara, Executive Director, Apical, Pratheepan Karunagaran mengatakan, emisi penerbangan menyumbang sekitar 2-3 persen dari emisi CO2 terkait energi global dan diperkirakan akan tumbuh sebesar 300-700 persen pada tahun 2050.
BACA JUGA: Antisipasi Gejolak Harga Minyak Goreng Sawit
“Untuk mengurangi emisi karbon langsung dari penerbangan, bahan bakar penerbangan berkelanjutan (SAF) dapat segera menjadi solusi,” kata Pratheepan.
Lebih lanjut, bahan bakar rendah karbon yang dihasilkan dari 100% limbah terbarukan dan residu bahan baku, bekerja baik dengan mesin pesawat dan infrastruktur pengisian bahan bakar yang ada.
BACA JUGA: DPR Dukung RPP DBH Sawit Untuk Percepatan Pembangunan Daerah
“Seiring meningkatnya ketersediaan limbah dan residu, serta seiring perluasan jejak dan kapasitas global Apical, kami dapat menciptakan kemitraan yang bernilai tambah untuk limbah kami di berbagai belahan dunia, terutama di Asia,” kata Pratheepan. (T2)
