Dirut BPDPKS: Ada Persepsi Keliru Mengenai Kelapa Sawit

oleh -8.118 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/ Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman.

InfoSAWIT, JAKARTA – Kelapa sawit kerap kali dianggap menjadi komoditas yang dianggap tidak ramah lingkungan, padahal di lapangan belum tentu persepsi itu benar adanya. Sebab itu perlu upaya dalam meluruskan persepsi yang kurang tepat tersebut.

Diungkapkan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS), Eddy Abdurrachman, dalam beberapa kali kesempatan Pemerintah RI membawa persoalan perdagangan sawit di luar negeri seperti WTO, pihaknya bahkan berusaha memperjuangkan sawit tak masuk dalam kategori high risk (beresiko tinggi)

Lebih lanjut kata Eddy, saat ini sawit Indonesia sedang menghadapi tantangan besar dari diberlakukannya regulasi baru di Uni Eropa yang lebih dikenal dengan Undang-Undang Anti Deforestasi (EUDR), dimana pada dasarnya Uni Eropa mewajibkan komoditas yang masuk ke wilayah mereka merupakan produk bebas deforestasi.

BACA JUGA: Tahun 2022 Komposisi Ekspor Miyak Sawit Didominasi Produk Hilir Hingga 73 Persen

Sementara kelapa sawit hingga saat ini dipersepsikan sebagai komoditas yang berasal dari kegiatan deforestasi, kata Eddy, persepsi negatif sawit tersebut terjadi karena kombinasi beberapa hal diantaranya karena pemahaman yang keliru terhadap komoditas kelapa sawit dan bagaimana komoditas ini dikembangkan, termasuk semakin intensifnya kampanye negatif sawit.

Sebab itu pemerintah saat ini mendorong dibentuknya joint task force untuk penerapan EUDR. “Kita bertemu dengan pemerintah EU dan membahas EUDR melalui Join task force, supaya penerapan nya bisa mempertimbangkan kondisi negara berkembang,” katanya dalam acara Advokasi Sawit yang dihadiri InfoSAWIT, di Jakarta. (T2)


Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com