Akhirnya Konflik Tuntutan Plasma Sawit di PT HMBP Berujung Jatuhnya Korban

oleh -33.040 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Tangkapan layar situasi para pendemo dari Desa Bangkal sedang dibubarkan aparat keamanan.

InfoSAWIT, PALANGKARAYA – Konflik agrarian di perkebunan sawit kembali mencuat, kali ini memakan korban jiwa di Desa Bangkal, Kecamatan Seruyan Raya, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Aparat keamanan telah membuka tembakan terhadap sejumlah warga masyarakat adat Desa Bangkal yang tengah melakukan aksi protes. Dalam insiden ini, satu nyawa melayang.

Protes yang dilakukan oleh masyarakat adat Desa Bangkal dan desa-desa di sekitar PT. HMBP, sebagai respons terhadap kegagalan PT. HMBP dalam merealisasikan kebun plasma sebesar 20%, dan telah mencapai puncaknya. Mereka menghadapi resiko kekerasan dan bahkan kehilangan nyawa dalam usaha mereka memblokade akses masuk Estate 2, PT. HMBP, seluas 1.175 Hektare di luar Hak Guna Usaha (HGU).

Seperti siaran pers yang diterima InfoSAWIT, sabtu (7/10/2023), meski PT. HMBP merupakan anak usaha Best Agro Group Internasional, telah mendapatkan sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), konflik ini menggambarkan kegagalan sertifikasi ISPO dalam memahami kondisi riil di lapangan.

BACA JUGA: Pastikan Keberlanjutan Sawit di Riau, Akademisi FISIP UNRI Lakukan Pendampingan Sertifikasi ISPO

“Namun dengan konflik diatas, menunjukkan bahwa sertifikasi ISPO gagal dalam memetakan kondisi lapang serta gagal melakukan penilaian prinsip-prinsip keberlanjutan dalam proses sertifikasinya,” demikian catat para organisasi masyarakat sipil.

Beberapa organisasi masyarakat sipil seperti Sawit Watch, Save Our Borneo (SOB), dan Satya Bumi merespons insiden ini dengan menuntut bebepa hal diantaranya pertama, semua pihak diminta untuk menahan diri, menghindari kekerasan, dan mencari solusi damai untuk mengakhiri konflik ini tanpa menimbulkan lebih banyak korban.

Kedua, aparat keamanan diminta untuk menghindari penggunaan kekerasan dan sebaliknya memprioritaskan dialog yang adil dan setara. Penyelesaian damai harus menjadi tujuan utama.

BACA JUGA: Lahan PT Palmindo Gemilang Kencana di Segel KLHK

Ketiga, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI diminta untuk merespons kasus ini dengan membentuk tim pencari fakta guna menyelidiki akar permasalahan dan mencari solusi yang berkelanjutan.

Serta keempat, Pemerintah, baik di tingkat nasional maupun daerah, diminta untuk serius mengawasi proses realisasi plasma. Kasus tuntutan realisasi plasma sudah banyak terjadi di berbagai wilayah, dan pemerintah bertanggung jawab untuk memastikan keberlanjutan proses ini sesuai dengan hak-hak masyarakat. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com