“Belum berakhirnya perang Rusia dan Ukraina menyebabkan harga pupuk masih berfluktuasi. Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, cost of sales meningkat 11% dibandingkan periode yang sama tahun lalu”, jelas Direktur Utama, PT Dharma Satya Nusantara Tbk., Andrianto Oetomo, dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Selasa (31/10/2023).
Kenaikan biaya pokok penjualan ini ikut berkontribusi pada penurunan laba bersih Perusahaan sebesar 44% menjadi Rp 504 milyar dan penurunan EBITDA sebanyak 24% menjadI Rp 1,6 triliun. (T2)
