InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Mulai 1 Januari 2025, perubahan besar akan terjadi dalam industri kelapa sawit Malaysia dengan diberlakukannya revisi standar Malaysian Palm MSPO 2022 yang diluncurkan pada Maret tahun lalu. Keputusan ini merupakan langkah signifikan menuju keberlanjutan dan meningkatkan kesejahteraan petani kecil, yang merupakan tulang punggung industri kelapa sawit negara ini.
Menurut Direktur Jenderal MPOB, Datuk Ahmad Parveez Ghulam Kadir, produsen minyak sawit, termasuk petani sawit kecil, diberikan tenggang waktu 18 bulan di seluruh perkebunan, pabrik, dan kilang untuk mengadopsi dan mematuhi MSPO 2022.
Tercatat petani sawit kecil memegang peran sentral dalam industri kelapa sawit Malaysia, memberikan kontribusi sebesar 3,0 persen terhadap produk domestik bruto pada kuartal pertama tahun 2023. Tidak hanya itu, mereka juga menghasilkan nilai ekspor sebesar RM 137,89 miliar pada tahun 2022.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Turun Tipis 0,09 Persen Pada Senin (30/10)
Dilansir Business Time, dalam industri yang melibatkan hampir 28 persen dari total wilayah budidaya kelapa sawit di Malaysia, sekitar 500 ribu petani kecil beroperasi secara mandiri atau di bawah bimbingan lembaga pemerintah federal dan negara bagian. Ahmad Parveez menekankan perlunya memperkuat peran mereka dengan fokus ganda: meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan dan mendorong partisipasi aktif dalam sektor hilir.
Pengetahuan telah menjadi kendala serius bagi produktivitas dan kemampuan petani kecil untuk memenuhi standar keberlanjutan yang diperlukan. Keterbatasan sumber daya membuat mereka sulit menjual hasil panen mereka. Oleh karena itu, implementasi sistem penelusuran baru merupakan inisiatif kunci untuk memperkuat produksi produk kelapa sawit. Tujuan utamanya adalah meningkatkan pendapatan petani kecil sekaligus kesejahteraan mereka secara menyeluruh.
Kedepan, MPOB telah meluncurkan beberapa inisiatif mendukung petani kecil mencapai standar MSPO. Salah satunya adalah efektivitas pengelolaan klaster kelapa sawit berkelanjutan, yang bertujuan memastikan bahwa petani kecil dapat mematuhi sertifikasi MSPO. Selain itu, praktik pertanian yang baik juga diperkuat di kalangan petani kecil, memberikan mereka pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mencapai standar keberlanjutan.
BACA JUGA: MPOB Bakal Luncurkan Aplikasi Ketelurusan Hubungkan 500 Ribu Petani Sawit di Malaysia
Satu lagi inisiatif penting adalah pemberdayaan petani kecil untuk mendapatkan peluang ekspor premium dengan mematuhi standar UE. Standar Sertifikat Rantai Pasokan MSPO (MSPO SCCS) mencakup manajemen dan ketertelusuran produksi di seluruh rantai pasokan, memastikan bahwa bahan baku minyak sawit berasal dari area penanaman kelapa sawit yang dikelola secara berkelanjutan.
Ahmad Parveez mengatakan bahwa meskipun pemain besar mempunyai kendali lebih besar atas proses produksi mereka, petani kecil sering kali berada dalam posisi rentan. (T2)
