Gamal Nasir melihat masa depan yang lebih baik bagi petani kelapa sawit dengan adanya regulasi yang mendukung kepemilikan saham pabrik. Namun, ia menegaskan bahwa hal ini harus dilakukan dengan mempertahankan prinsip kemitraan antara petani dan pihak industri.
“Pemerintah perlu menerbitkan regulasi yang membuka peluang bagi petani kelapa sawit untuk memiliki saham pabrik, dengan syarat bahwa itu bisa dilakukan selama petani masih bermitra,” ujar Gamal.
Ini adalah langkah penting untuk mendorong partisipasi petani dalam kepemilikan dan manajemen pabrik, sehingga mereka dapat merasakan langsung manfaat ekonomi dari proses produksi.
BACA JUGA: Astra Agro Resmi Publikasikan Laporan Independen Terkait Tudingan Pelanggaran
Sementara itu, Gamal Nasir juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi petani untuk dapat bersaing dengan perusahaan perkebunan besar. Saat ini, produktivitas petani kelapa sawit masih berada di sekitar 10 ton TBS per hektar per tahun, sedangkan perusahaan dapat mencapai 18 ton TBS per hektar per tahun. “Kemitraan saat ini, sesuai dengan regulasi, telah diperluas tidak hanya dengan model inti-plasma tetapi juga dengan berbagai pola lainnya,” tandas dia. (T2)
