Perkuat Inklusivitas Pekebun dalam Tata Kelola Rantai Nilai Kelapa Sawit Berkelanjutan

oleh -5.023 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkebunan Kementan Prayudi Syamsuri.

Lebih lanjut, Tri Padukan juga menyoroti kendala yang dihadapi oleh pekebun swadaya, termasuk hambatan dalam pemenuhan legalitas, keterbatasan akses pembiayaan, kurangnya insentif, harga jual Tandan Buah Segar (TBS) yang rendah, ketersediaan sarana produksi (Saprodi), saluran distribusi TBS, dan ancaman regulasi Deforestation-Free Uni Eropa (EU-DFR).

Dengan berakhirnya RAN-KSB pada 2024 dan kewajiban sertifikasi ISPO pada tahun 2025, Tri Padukan menekankan pentingnya merumuskan solusi bersama untuk pemenuhan sertifikasi. Workshop ini bertujuan mengidentifikasi permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh pekebun swadaya dalam rantai nilai kelapa sawit, serta merumuskan strategi bersama untuk pemenuhan sertifikasi ISPO bagi pekebun yang belum sepenuhnya memenuhi mandat tersebut. Diharapkan, hal ini akan mendukung upaya menuju pengelolaan kelapa sawit yang berkelanjutan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (T2)


InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com