Gubernur Riau Sebut Ada 4 Pemicu Munculnya Konflik Masyarakat Dengan Perusahaan Sawit

oleh -4.084 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/ Gubernur Riau, Edy Natar Nasution berkomunikasi dengan stakeholder sawit.

InfoSAWIT, PEKANBARU – Gubernur Riau (Gubri) Edy Natar Nasution memimpin pertemuan penting dengan seluruh perusahaan kelapa sawit yang beroperasi di wilayah Riau. Pertemuan ini diselenggarakan di Gedung Daerah Balai Serindit pada Rabu (24/1/2024) dengan tujuan utama membahas konflik lahan antara perusahaan perkebunan kelapa sawit dan masyarakat setempat.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan Kementerian Pertanian Prayudi Syamsuri, para bupati/wali kota, forkopimda, OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, lembaga adat, badan pertanahan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Gubri Edy Nasution, dalam arahannya, mengidentifikasi beberapa penyebab konflik antara perusahaan dengan masyarakat di Riau. Pertama, pengakuan lahan oleh masyarakat/kelompok tani/koperasi di dalam sebagian areal IUP, HGU, HTI, dan kawasan hutan.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Naik 0,4 Persen, Dumai Masih Withdraw Pada Rabu (24/1)

Lantas kedua, pengakuan tanah ulayat oleh masyarakat adat di dalam sebagian areal IUP, HGU, HTI, dan kawasan hutan. Ketiga, konflik masyarakat menuntut perusahaan perkebunan untuk melaksanakan kewajiban Fasilitas Pembangunan Kebun Masyarakat (FPKM) sekitar (minimal 20 persen dari total areal yang diusahakan/IUP-nya). Keempat, banyak perjanjian kemitraan atau kerjasama antara perusahaan perkebunan atau kehutanan dengan masyarakat yang belum terealisasi.

Gubri juga menyoroti izin lokasi yang sudah berakhir, namun perusahaan belum mengurus perijinan perusahaan perkebunan lainnya, serta tuntutan pengembalian lahan masyarakat terhadap tanah yang sedang dalam proses perpanjangan HGU. Ia juga mencatat adanya perusahaan perkebunan dan kebun masyarakat yang berada di dalam kawasan hutan.

“Terkait konflik ini, pentingnya peran kepala daerah untuk ikut membantu menyelesaikan persoalan konflik dengan cara yang seadil-adilnya, agar tercipta sebuah keadilan di tengah masyarakat, sekaligus juga ada sebuah kepastian di lingkungan para pelaku usaha,” ujar Gubri dikutip InfoSAWIT dari Media Center Riau, Kamis (25/1/2024).

BACA JUGA: Pertimbangan Praktis Penerapan Mekanisasi di Perkebunan Sawit

Dari hasil rapat, Gubri Edy Nasution menyatakan bahwa masih banyak persoalan perkebunan sawit di Riau yang harus segera ditangani. Harapannya, pertemuan ini dapat memberikan solusi yang menguntungkan bagi semua pihak dan menyelesaikan konflik lahan yang terjadi di Bumi Lancang Kuning. (T2)

InfoSAWIT

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com