Untuk tahap awal akan di introduksi Tyto alba di sekitaran penangkaran kemudian dikurung selama 2 minggu serta di beri makan tikus hidup yang telah dipotong kakinya, hal ini bertujuan agar Tyto alba yang diintroduksi dapat mengenali guponnya dan Tyto alba tersebut akan melakukan pemburuan di sekitar penangkaran karena sebelum melakukan pemburuan Tyto alba akan berkumpul di kandang penangkaran. Pemberian tikus hidup bertujuan agar naluri berburu Tyto alba tetap stabil walau telah ada campur tangan manusia dalam pengembangannya.
Metode ini memberikan hasil yang positif dalam pembentukan koloni Tyto alba pada cakupan luasan yang kecil ( Afdeling), dalam kurun waktu 3 bulan 6 dari 10 gupon yang terpasang telah dihuni Tyto alba dan 2 diantaranya telah produktif. Tahap selanjutnya yaitu proses evakuasi anakan yang telah berumur 2 bulan (8 minggu) untuk ditangkarkan dan di latih hingga anakan Tyto alba dapat diintroduksi pada gupon-gupon yang belum aktif. Hal yang perlu diperhatikan meliputi, penyediaan pakan Tyto alba serta pelatihan terbang oleh petugas penangkaran agar Tyto alba yang akan di introduksi ke gupon memiliki kualitas yang baik. (*)
Penulis: Salahuddin Adi Kelana, Avi Damayanthi, Ruben S, Marlon S/ Tim Agronomi PT Union Sampoerna Triputra Persada
