InfoSAWIT, MEDAN – Tanaman pakis lunak (Nephrolepis biserrata) yang kerap tumbuh di sekitar pangkal pohon kelapa sawit ternyata tidak perlu dibersihkan. Hal ini diungkapkan oleh peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), Djend Muhayat, yang menegaskan bahwa keberadaan pakis tersebut justru memberi manfaat bagi ekosistem kebun sawit.
Menurut Djend, pakis Nephrolepis biserrata mampu menjaga kelembapan tanah dengan menahan air hujan yang jatuh dari atas sehingga kondisi sekitar tanaman sawit tetap stabil. “Jangan sampai pakis ini dicabut atau dimusnahkan. Kehadirannya membantu menjaga kelembapan dan berperan penting dalam mendukung pertumbuhan sawit,” ujarnya dikutip InfoSAWIT dari PPKS, Senin (1/9/2025).
Selain itu, pakis ini juga berfungsi sebagai tempat hinggap bagi musuh alami hama, seperti parasitoid yang memangsa ulat kantong maupun ulat api—hama utama pada tanaman kelapa sawit. Dengan demikian, keberadaan pakis lunak dapat membantu mengendalikan serangan hama secara alami tanpa perlu intervensi pestisida berlebih.
BACA JUGA: Dasbor Nasional Dituntut Jadi Pintu Ekspor Komoditas Berkelanjutan Indonesia
Djend menambahkan, Nephrolepis biserrata termasuk tanaman epifit yang tidak mengambil unsur hara dari pohon sawit. Sebaliknya, keberadaannya justru mendukung ekosistem kebun dengan cara menjaga keseimbangan mikroklimat. “Jika kelembapan berkurang, hal itu bisa memengaruhi produksi bunga betina yang kemudian berubah menjadi bunga jantan. Jadi, manfaat pakis ini sangat signifikan,” jelasnya.
Karena itu, PPKS mengimbau petani maupun pengelola perkebunan untuk tidak membersihkan pakis Nephrolepis biserrata dari areal tanaman. “Pakis ini bukan gulma yang merugikan, melainkan bagian dari sistem alami yang mendukung produktivitas sawit,” tegas Djend. (T2)
