InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Kekhawatiran baru muncul di sejumlah sentra produksi kelapa sawit Malaysia, seiring meningkatnya kerusakan pada tandan buah segar (TBS) akibat serangan tupai. Mengutip informasi dari -Green Project, Minggu (23/11/2025), hewan kecil yang kerap luput dari pengawasan ini kini menjadi salah satu hama paling persisten di areal perkebunan sawit.
Tupai biasanya menyerang buah yang hampir masak dengan cara mengupas kulit luar untuk mencapai isi buah. Meski kerusakan terlihat sepele, dampaknya cukup signifikan. Buah yang sudah terkelupas tidak lagi dapat diproses, sehingga langsung menyebabkan kehilangan hasil bagi pekebun.
Pekerja kebun juga mencatat bahwa melimpahnya sumber makanan dan area teduh untuk berkembang biak membuat populasi tupai dapat meningkat cepat jika tidak dikendalikan.
Tanda-tanda kehadiran tupai antara lain buah sawit yang terkelupas rapi, serakan biji atau isi buah di tanah, serta bunyi gerakan dari pelepah pohon—indikasi bahwa hewan ini sedang aktif makan atau bersarang.
Para ahli menekankan pentingnya pendekatan pengendalian yang seimbang. Pengelolaan habitat, pemasangan perangkap, serta pengurangan sumber makanan menjadi beberapa strategi yang direkomendasikan untuk menekan pertumbuhan populasi tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem.
BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Turun Pada Jumat (21/11), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Ditutup Melemah
Di tengah upaya perkebunan menerapkan pengendalian hama berkelanjutan, masalah serangan tupai ini kembali mengingatkan pentingnya manajemen terpadu yang ramah lingkungan. (T2)
