InfoSAWIT, KUALA LUMPUR – Harga minyak sawit mentah (CPO) mengalami lonjakan signifikan pada bulan Maret 2024, mencapai puncaknya pada RM 4.327 per ton. Namun, Malaysian Palm Oil Council (MPOC) memperkirakan bahwa harga akan kembali bergerak dalam kisaran stabil sekitar RM 4.000 hingga RM 4.200 per ton dalam April 2024 ini.
Dalam edisi April 2024 dari buletin Palm Pulse, MPOC mengidentifikasi beberapa faktor utama yang memengaruhi dinamika pasar minyak sawit. Peningkatan produksi minyak sawit, peningkatan impor, dan pemulihan harga minyak yang lemah menjadi faktor utama yang memengaruhi pasar pada bulan tersebut.
Proyeksi produksi minyak sawit yang lebih tinggi mulai bulan April kemungkinan akan membatasi kenaikan harga. Tren harga minyak sawit cenderung sejalan dengan tren produksi dan persediaan, dengan harga umumnya menguat dari bulan November dan mencapai puncaknya pada bulan Februari atau Maret.
BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 24 April-1 Mei 2024 Melorot Rp 110,24/Kg, Cek Harganya..
MPOC juga mengamati peningkatan impor minyak nabati oleh Tiongkok dan India dalam beberapa bulan mendatang, untuk menyeimbangkan sentimen bearish yang disebabkan oleh peningkatan produksi dan stok. Persediaan minyak nabati di kedua negara tersebut mencapai level terendah sejak November 2022, terutama karena penurunan impor yang signifikan sebelumnya.
Dilansir Bernama, harga minyak bunga matahari, yang memimpin penurunan harga minyak yang lemah dari Januari hingga Maret 2024, diperkirakan akan pulih dalam waktu dekat. Meskipun demikian, proyeksi pertumbuhan produksi minyak bunga matahari di wilayah Laut Hitam menunjukkan penurunan tahun-ke-tahun dari bulan April hingga September 2024, mengurangi tekanan harga dari pasokan minyak tersebut.
Data dari Februari 2024 menunjukkan penurunan stok minyak sawit akhir bulan Malaysia selama empat bulan berturut-turut, menurun sebesar 5,0 persen secara bulanan dan 9,4 persen secara tahunan. Meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam ekspor dan konsumsi minyak sawit domestik dalam dua bulan pertama tahun 2024, pertumbuhan produksi hanya sedikit, menunjukkan bahwa lonjakan permintaan melebihi pertumbuhan pasokan.
BACA JUGA: Kebijakan EUDR Hadapi Gelombang Penolakan
Dengan demikian, kondisi pasar minyak sawit di bulan April 2024 didorong oleh sejumlah variabel yang saling terkait, termasuk produksi, impor, dan permintaan. Stabilitas harga yang diproyeksikan oleh MPOC mencerminkan upaya untuk menjaga keseimbangan antara faktor-faktor ini dalam menghadapi tantangan dan peluang di pasar global. (T2)
