Memanfaatkan Potensi Kelapa Sawit untuk Mewujudkan Visi Negara Berpenghasilan Tinggi

oleh -1909 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. Istimewa/ Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), Eddy Martono.

InfoSAWIT, JAKARTA – Di antara semua tanaman tahunan yang dibudidayakan di Indonesia, kelapa sawit memainkan peran yang paling vital dalam perekonomian Indonesia dalam hal menghasilkan pendapatan, penerimaan devisa, pembangunan daerah, pengentasan kemiskinan di pedesaan, lapangan kerja, dan sumber berbagai macam barang konsumsi yang berkelanjutan dalam jangka panjang.

Namun yang lebih menjanjikan adalah bahwa minyak kelapa sawit akan memainkan peran yang semakin penting sebagai sumber bahan bakar nabati yang berkelanjutan. Janji kampanye presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mempercepat transisi Indonesia menuju energi terbarukan mencakup rencana untuk memperluas produksi bahan bakar nabati dengan meningkatkan biodiesel 35 atau B35 dari minyak kelapa sawit menjadi B50.

Bahkan saat ini minyak kelapa sawit telah menjadi ekspor non-migas terbesar kedua setelah batu bara dengan nilai US$30,3 miliar tahun lalu atau 12 persen dari total ekspor.Sebagai produsen minyak kelapa sawit terbesar di dunia dengan total produksi 55 juta ton pada tahun 2023, Indonesia memasok 54 persen pasar minyak kelapa sawit global dan sepertiga dari total pasokan minyak nabati global.  Minyak kelapa sawit juga memasok lebih dari 45 persen konsumsi minyak nabati global.

BACA JUGA: Walhi Aceh Prihatin Pencemaran Sungai Singgersing Akibat Land Clearing Perkebunan Sawit

Hal yang lebih menggembirakan lagi di tengah perubahan iklim ini adalah bahwa minyak kelapa sawit merupakan minyak nabati yang paling produktif di antara semua minyak nabati lainnya. Selain produktivitasnya yang luar biasa, pohon kelapa sawit juga membutuhkan lebih sedikit tenaga kerja dan input produksi per unitnya dibandingkan dengan tanaman minyak lainnya. Oleh karena itu, kelapa sawit sejauh ini merupakan minyak yang paling murah untuk diproduksi.   

Komoditas ini berkontribusi secara signifikan terhadap pengentasan kemiskinan di daerah pedesaan karena 40% dari sekitar 16,5 juta hektar perkebunan kelapa sawit di seluruh Indonesia dimiliki oleh 6,7 juta petani kecil dan industri kelapa sawit secara langsung dan tidak langsung mempekerjakan 16 juta orang.

Namun, kekhawatiran terbesar atas program produksi biodiesel Prabowo yang ambisius ini adalah dampaknya terhadap lingkungan, karena saat ini banyak LSM lingkungan yang menuding komoditas ini sebagai salah satu penyebab utama deforestasi. Kekhawatiran lainnya adalah kemungkinan persaingan yang lebih ketat antara permintaan akan makanan dan bahan bakar yang dapat menyebabkan tekanan inflasi. Konsumsi minyak kelapa sawit untuk biodiesel di Indonesia tahun lalu mencapai 23,2 juta ton atau 46 persen dari total konsumsi nasional, 44 persen untuk pangan dan 10 persen untuk oleokimia.

BACA JUGA: BPDPKS, DITJENBUN dan PT Daya Guna Lestari Berkolaborasi dalam Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit

Namun demikian, kami masih berpikir bahwa rencana untuk melipatgandakan produksi kelapa sawit masih layak secara lingkungan, teknis, dan komersial karena masih ada area yang luas di luar hutan alam yang cocok untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit.Tanaman ini juga paling cocok dan paling baik dibudidayakan di daerah sekitar khatulistiwa seperti Indonesia.

Pasar global tidak akan pernah jenuh bahkan jika produksi Indonesia, misalnya, digandakan menjadi lebih dari 100 juta ton per tahun karena permintaan minyak sawit sebagai sumber makanan dan bahan bakar nabati akan terus meningkat. Minyak kelapa sawit sangat serbaguna sehingga dapat ditemukan di lebih dari separuh produk konsumen dalam kemasan di supermarket di seluruh dunia, menurut World Wildlife Fund.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com