InfoSAWIT, JAKARTA – Produksi biodiesel di Indonesia terus menunjukkan tren positif hingga tahun 2023, dengan capaian produksi mencapai 13,1 juta kiloliter (kl). Dari jumlah tersebut, 12,2 juta kl telah didistribusikan di dalam negeri, sementara ekspor mencapai 187.810 kl. Angka-angka ini menunjukkan bahwa program mandatori biodiesel berjalan dengan baik, memberikan dampak positif yang signifikan bagi industri biodiesel nasional.
Penerapan program mandatori B40, yang mencampurkan 40% biodiesel dengan minyak solar, saat ini masih dalam tahap uji coba. Namun, keputusan resmi dari pemerintah terkait jenis biodiesel yang akan digunakan masih dinantikan. Apakah program B40 akan mengadopsi Fatty Acid Methyl Ester (FAME) secara keseluruhan atau kombinasi antara FAME dengan Greendiesel (B5) masih menjadi pertimbangan penting yang perlu diputuskan. Keputusan ini akan berdampak besar pada arah dan perkembangan industri biodiesel di Indonesia.
Asosiasi Produsen Biodiesel Indonesia (Aprobi) tetap berkomitmen untuk mendukung perkembangan industri biodiesel nasional. Mereka berharap agar regulasi yang diterapkan dapat mendukung pertumbuhan industri dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha. “Harapan kami adalah regulasi yang mendukung pertumbuhan industri dan memberikan kepastian bagi para pelaku usaha,” ujar Sekretaris Jenderal Aprobi, Ernest Gunawan, dalam acara Buka Bersama Jurnalis Maret 2024 lalu, diikuti InfoSAWIT.
BACA JUGA:
Di tengah tahun politik ini, Aprobi berharap bahwa pasangan calon presiden dan wakil presiden yang terpilih, terutama Cawapres Gibran Raka Buming, dapat memahami kondisi industri biodiesel dan mendorong terciptanya regulasi yang lebih baik bagi para pengusaha. “Kami berharap dengan wapres yang masih muda bisa memahami kondisi industri, serta ke depan supaya regulasi itu baik bagi pengusaha. Kami mendukung dan mendukung, jadi yang perlu di-highlight adalah regulasi bisa lebih baik bagi pelaku industri,” kata Ernest Gunawan.
Dengan segala tantangan dan peluang yang ada, industri biodiesel Indonesia terus bergerak maju. Dukungan dari berbagai pihak, terutama dalam hal regulasi dan kebijakan, sangat diperlukan untuk memastikan bahwa industri ini dapat terus memberikan kontribusi positif bagi perekonomian nasional. (T2)
