Sertifikasi Skala Yurisdiksi untuk ISPO Dianggap Lebih Berbiaya Murah Bagi Petani Sawit

oleh -1278 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Sawit Fest 2021/Foto: Domi Yanto/Lanskap Perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA – Sertifikasi kelapa sawit telah menjadi fokus penting dalam upaya mewujudkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Namun, walaupun berbagai skema sertifikasi telah diterapkan, masih ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan untuk memastikan efektivitasnya.

Tidak kalah penting adalah masalah keadilan dalam aksesibilitas sertifikasi. Biaya sertifikasi yang tinggi sering menjadi hambatan bagi petani sawit kecil untuk berpartisipasi dalam program keberlanjutan.

Pengalaman dari lapangan menunjukkan bahwa biaya sertifikasi bisa mencapai tingkat yang tidak terjangkau bagi sebagian petani. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesetaraan akses terhadap sertifikasi keberlanjutan dan perlunya upaya untuk menjaga agar biaya tetap terjangkau bagi semua pihak yang terlibat.

BACA JUGA: Harga Referensi CPO Melemah 11,2 Persen, Pungutan Ekspor dan BK CPO Jadi US$ 93 per Ton Pada Juni

Diungkapkan Bernadinus Steni Sugiarto dari Yayasan Kaleka, bila proses sertifikasi dilakukan dengan mengikutkan kurang dari 500 petani, biaya sertifikasi akan terasa mahal mencapai di atas US$ 170 per petani. Sementara bila skala proses sertifikasi itu dikembangkan menjadi sebanyak diatas 2000 petani sawit, maka biaya sertifikasi minyak sawit berkelanjutan bisa ditekan hingga minimal sampai kurang dari  US$ 50 per petani.

Sebab itu guna mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan terkoordinasi. Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan meningkatkan skala sertifikasi untuk mencakup lebih banyak petani dalam satu proses. Dengan memperluas cakupan, biaya per petani dapat dikurangi secara signifikan, sehingga membuatnya lebih terjangkau bagi semua pihak.

Selain itu, intervensi kebijakan juga diperlukan untuk mengurangi biaya yang terkait dengan proses sertifikasi. Hal ini termasuk pemberian subsidi untuk pengembangan kapasitas petani, pemetaan lahan, pembentukan organisasi petani, dan pengurusan legalitas. Dengan demikian, proses sertifikasi dapat menjadi lebih efisien dan berkeadilan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat.

BACA JUGA: HIP Biodiesel Juni 2024 Ditetapkan Rp. 11.732/liter, Tercatat Turun Rp 721/Liter

Dengan memperhitungkan berbagai masalah yang ada dan mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif dan terkoordinasi, kita dapat memastikan bahwa sertifikasi kelapa sawit berkontribusi secara nyata dalam menciptakan industri yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Sebab itu sertifikasi petani sawit hanya dapat dikurangi dengan skala skala yurisdiksi,” kata Bernadinus.

Sumber: Majalah InfoSAWIT April 2024

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com