InfoSAWIT, JAKARTA – Sertifikasi kelapa sawit telah menjadi fokus penting dalam upaya mewujudkan praktik pertanian yang lebih berkelanjutan. Namun, walaupun berbagai skema sertifikasi telah diterapkan, masih ada beberapa kelemahan yang perlu diperhatikan untuk memastikan efektivitasnya.
Tidak kalah penting adalah masalah keadilan dalam aksesibilitas sertifikasi. Biaya sertifikasi yang tinggi sering menjadi hambatan bagi petani sawit kecil untuk berpartisipasi dalam program keberlanjutan.
Pengalaman dari lapangan menunjukkan bahwa biaya sertifikasi bisa mencapai tingkat yang tidak terjangkau bagi sebagian petani. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kesetaraan akses terhadap sertifikasi keberlanjutan dan perlunya upaya untuk menjaga agar biaya tetap terjangkau bagi semua pihak yang terlibat.
BACA JUGA: Harga Referensi CPO Melemah 11,2 Persen, Pungutan Ekspor dan BK CPO Jadi US$ 93 per Ton Pada Juni
Diungkapkan Bernadinus Steni Sugiarto dari Yayasan Kaleka, bila proses sertifikasi dilakukan dengan mengikutkan kurang dari 500 petani, biaya sertifikasi akan terasa mahal mencapai di atas US$ 170 per petani. Sementara bila skala proses sertifikasi itu dikembangkan menjadi sebanyak diatas 2000 petani sawit, maka biaya sertifikasi minyak sawit berkelanjutan bisa ditekan hingga minimal sampai kurang dari US$ 50 per petani.
Sebab itu guna mengatasi tantangan-tantangan ini, diperlukan pendekatan yang lebih holistik dan terkoordinasi. Salah satu solusi yang diusulkan adalah dengan meningkatkan skala sertifikasi untuk mencakup lebih banyak petani dalam satu proses. Dengan memperluas cakupan, biaya per petani dapat dikurangi secara signifikan, sehingga membuatnya lebih terjangkau bagi semua pihak.
Selain itu, intervensi kebijakan juga diperlukan untuk mengurangi biaya yang terkait dengan proses sertifikasi. Hal ini termasuk pemberian subsidi untuk pengembangan kapasitas petani, pemetaan lahan, pembentukan organisasi petani, dan pengurusan legalitas. Dengan demikian, proses sertifikasi dapat menjadi lebih efisien dan berkeadilan bagi semua pemangku kepentingan yang terlibat.
BACA JUGA: HIP Biodiesel Juni 2024 Ditetapkan Rp. 11.732/liter, Tercatat Turun Rp 721/Liter
Dengan memperhitungkan berbagai masalah yang ada dan mengadopsi pendekatan yang lebih inklusif dan terkoordinasi, kita dapat memastikan bahwa sertifikasi kelapa sawit berkontribusi secara nyata dalam menciptakan industri yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan. “Sebab itu sertifikasi petani sawit hanya dapat dikurangi dengan skala skala yurisdiksi,” kata Bernadinus.
