Gelar Rakernas 2026, GAPKI Tegaskan Sinergi dengan Pemerintah Perkuat Ketahanan Pangan dan Energi

oleh -843 Kali Dibaca
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Gapki untuk InfoSAWIT/GAPKI gelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 yang berlangsung di Solo pada 20–22 Mei 2026.

InfoSAWIT, SOLO – Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) menegaskan komitmennya untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam mendukung penguatan ketahanan pangan dan energi nasional yang berkelanjutan. Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) GAPKI 2026 yang berlangsung di Solo pada 20–22 Mei 2026.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia, Eddy Martono, mengatakan industri kelapa sawit memiliki peran strategis dalam mendukung program swasembada pangan dan energi nasional. Karena itu, kolaborasi antara pelaku industri dan pemerintah perlu terus diperkuat melalui kebijakan yang berkeadilan dan berorientasi pada keberlanjutan.

“Ini mencerminkan tekad bersama bahwa industri kelapa sawit Indonesia harus terus menjadi bagian penting dalam mendukung ketahanan nasional, baik untuk mendukung swasembada pangan maupun energi,” ujar Eddy Martono dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, Jumat (22/5/2026).

BACA JUGA: MPOC Prediksi Harga CPO Bertahan di Level RM4.400 per Ton pada Juni 2026

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Konektivitas dan Pengembangan Jasa Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, Dida Gardera, serta jajaran dewan pembina, dewan pengawas, dewan pakar, dan perwakilan cabang GAPKI dari berbagai daerah.

Eddy menegaskan, komitmen GAPKI dijalankan dengan tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan serta keadilan bagi seluruh pelaku usaha, termasuk petani sawit. Menurutnya, kebijakan yang adil, konsisten, dan berpihak pada kepentingan nasional akan menciptakan kepastian usaha sekaligus memperkuat daya saing industri sawit nasional.

Ia menilai industri kelapa sawit Indonesia memiliki sejarah panjang, potensi besar, dan keunggulan kompetitif yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Swadaya Kalteng Periode I-Mei 2026 Turun Rp32,67 per Kg

Dalam kesempatan tersebut, Eddy berharap Rakernas GAPKI 2026 mampu menghasilkan program kerja yang kuat dan adaptif menghadapi tantangan industri ke depan yang semakin kompleks.

“Dengan pengalaman GAPKI selama 45 tahun, kita akan mampu menyusun program kerja yang handal dan mampu mendorong industri sawit Indonesia tumbuh secara berkelanjutan, inklusif dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi bangsa dan negara,” tegas Eddy.

Selain agenda rapat kerja nasional, kegiatan juga diawali dengan focus group discussion (FGD) yang membahas transformasi riset dan inovasi perkebunan sawit guna memperkuat ketahanan dan daya saing industri.

Diskusi tersebut menghadirkan sejumlah pemangku kepentingan, di antaranya Ketua Bidang Riset GAPKI, perwakilan Badan Pengelola Dana Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia, peneliti Pusat Penelitian Kelapa Sawit, serta Badan Karantina Indonesia.

BACA JUGA: Prabowo Soroti Kebocoran Ekspor SDA, Sawit Disebut Jadi Korban Praktik Under Invoice

FGD tersebut mengkaji berbagai strategi penguatan riset dan inovasi guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing industri kelapa sawit Indonesia di tengah dinamika pasar global dan tuntutan keberlanjutan. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO, biodiesel dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com