InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran teringgi Rp. 14.500/kg pada Rabu (20/5/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 888/Kg atau turun sekitar 5,77% dibandingkan harga CPO pada Selasa (19/5/2026) yang mencapai Rp. 15.388/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai diibuka Rp. 15.500/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.500/Kg. Harga CPO FOB Talang Duku ditetapkan Rp. 15.188/Kg. Harga CPO Loco Parindu dibuka Rp. 15.038/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.850/Kg.
Harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives cenderung stagnan pada perdagangan Rabu (20/5/2026), di tengah sentimen pasar yang saling tarik menarik antara rencana Indonesia membentuk badan pengelola ekspor komoditas dan melemahnya data ekspor minyak sawit Malaysia.
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat turun tipis RM2 per ton atau turun sekitar 0,04% menjadi RM4.583 per ton pada penutupan perdagangan.
Pelaku pasar menyoroti pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang menyampaikan bahwa pemerintah akan membentuk perusahaan negara untuk mengelola ekspor sumber daya alam strategis, termasuk minyak sawit, batu bara, dan ferroalloy.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi dinamika pasokan global minyak sawit, terutama apabila mekanisme baru ekspor di Indonesia membatasi arus penjualan komoditas ke pasar internasional.
Sementara, merujuk data surveyor kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–20 Mei turun antara 13,9% hingga 20,5% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Di pasar minyak nabati lainnya, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 1,31%, sementara harga kontrak minyak sawit Dalian menguat 1,44%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut naik 0,24%.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (20/5/2026):
CPO
Franco Dumai Rp. 15.500 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.500-IVT
FOB ITT Palopo – No Bidder
Loco Parindu Rp. 15.150 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 11.010-MNA
CPKO
FOB Palembang Rp. 30.555 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 29.600-AMJP
PK
Franco Belawan Rp. 15.311-ASD
(T2)
Harga CPO KPBN Inacom Withdraw Rabu (20/5), Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Cenderung Stagnan
InfoSAWIT, JAKARTA – Harga minyak sawit mentah (CPO) pada PT. Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran teringgi Rp. 14.500/kg pada Rabu (20/5/2026), dengan demikian harga CPO tercatat turun Rp. 888/Kg atau turun sekitar 5,77% dibandingkan harga CPO pada Selasa (19/5/2026) yang mencapai Rp. 15.388/Kg.
Dari informasi yang didapat InfoSAWIT dari KPBN, harga CPO Franco Dumai diibuka Rp. 15.500/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.500/Kg. Harga CPO Loco Parindu dibuka Rp. 15.038/Kg, namun terjadi withdraw (WD) dengan harga CPO penawaran tertinggi Rp. 14.850/Kg.
Harga perdagangan minyak sawit mentah (CPO), di Bursa Malaysia Derivatives cenderung stagnan pada perdagangan Rabu (20/5/2026), di tengah sentimen pasar yang saling tarik menarik antara rencana Indonesia membentuk badan pengelola ekspor komoditas dan melemahnya data ekspor minyak sawit Malaysia.
BACA JUGA: GAPKI Menjaga Sawit Tetap Strategis di Tengah Pusaran Dunia yang Berubah
Dilansir Reuters, harga kontrak acuan CPO untuk pengiriman Agustus 2026 di Bursa Malaysia Derivatives Exchange tercatat turun tipis RM2 per ton atau turun sekitar 0,04% menjadi RM4.583 per ton pada penutupan perdagangan.
Pelaku pasar menyoroti pernyataan Presiden Indonesia Prabowo Subianto yang menyampaikan bahwa pemerintah akan membentuk perusahaan negara untuk mengelola ekspor sumber daya alam strategis, termasuk minyak sawit, batu bara, dan ferroalloy.
Kebijakan tersebut dinilai berpotensi memengaruhi dinamika pasokan global minyak sawit, terutama apabila mekanisme baru ekspor di Indonesia membatasi arus penjualan komoditas ke pasar internasional.
BACA JUGA: Prabowo Resmi Terbitkan Regulasi Tata Kelola Ekspor SDA, Sawit Jadi Komoditas Pertama yang Ditata
Sementara, merujuk data surveyor kargo, ekspor produk minyak sawit Malaysia pada periode 1–20 Mei turun antara 13,9% hingga 20,5% dibandingkan periode yang sama bulan sebelumnya.
Di pasar minyak nabati lainnya, harga kontrak minyak kedelai paling aktif di Bursa Dalian naik 1,31%, sementara harga kontrak minyak sawit Dalian menguat 1,44%. Adapun harga minyak kedelai di Chicago Board of Trade (CBOT) turut naik 0,24%.
Berikut Tender KPBN (Rp.Kg), Excld PPN pada Rabu (20/5/2026):
CPO
Franco Dumai Rp. 15.500 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 14.500-IVT
FOB ITT Palopo – No Bidder
Loco Parindu Rp. 15.150 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 11.010-MNA
CPKO
FOB Palembang Rp. 30.555 (WD). Penawaran tertinggi Rp. 29.600-AMJP
PK
Franco Belawan Rp. 15.311-ASD
(T2)
