Karantina Sumsel Evaluasi Instalasi Karantina Tumbuhan untuk Ekspor Palm Kernel Expeller ke New Zealand

oleh -952 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. Istimewa/Palm kernel expeller.

InfoSAWIT, OKI – Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) melakukan penilaian terhadap Instalasi Karantina Tumbuhan (IKT) untuk produk palm kernel expeller (PKE) atau bungkil sawit yang akan diekspor ke New Zealand. Penilaian ini dilaksanakan pada 3 hingga 4 Juni 2024 di Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. IKT merupakan salah satu fasilitas yang dipersyaratkan oleh negara tujuan untuk memastikan kualitas produk.

“Seluruh persyaratan phytosanitry dari negara tujuan harus dipenuhi dengan baik oleh eksportir. Karantina mendorong dan melakukan pendampingan serta percepatan pemenuhan persyaratan tersebut,” ujar Kostan Manalu, Kepala Karantina Sumsel dalam keterangan persnya, Sabtu (8/6/2024).


Kostan menambahkan bahwa komoditas pakan hewan ini sangat diminati oleh negara-negara importir seperti Belanda, China, Singapura, Filipina, Thailand, dan Vietnam. Selama kurun waktu 2022 hingga 2024, Sumsel telah mengekspor sekitar 369 ribu ton PKE.

BACA JUGA: Helm Proyek Berbahan Sawit Dukung Pembangunan Ibu Kota Nusantara

Pada tahun 2022, Sumsel mengekspor sebanyak 157 ribu ton produk sampingan sawit ini, dan jumlah ini meningkat menjadi 169 ribu ton pada tahun 2023. Hingga Mei 2024, Sumsel telah mengekspor 41 ribu ton produk limbah sawit tersebut.

Produk sampingan sawit ini berbentuk serbuk berwarna coklat yang berasal dari inti sawit, yaitu biji atau endosperma (cangkang pelindung inti) dan embrio (inti). Menurut Kostan, PKE sangat bagus untuk pakan ternak karena mengandung berbagai komponen yang diperlukan oleh hewan seperti protein kasar, lemak kasar, serat kasar, kalsium, fosfor, dan lain-lain.

“Penilaian IKT terdiri dari penilaian dokumen dan teknis persyaratan di lapangan yang harus dilengkapi dan memenuhi persyaratan negara tujuan,” tambah Kostan dilansir InfoSAWIT dari Suarapublik.

BACA JUGA: Laba Bersih Golden Agri-Resources Turun 60% di Kuartal Pertama 2024

Badan Karantina Indonesia sebagai otoritas yang berkompeten dalam memenuhi persyaratan sanitary dan phytosanitary terus melakukan pendampingan dan bimbingan bagi eksportir agar bisa memenuhi persyaratan tersebut. Menurut Kostan, hal ini sejalan dengan arahan Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M Panggabean, agar seluruh kantor karantina bahu-membahu mendorong eksportir maupun UMKM agar dapat memenuhi persyaratan karantina dari negara tujuan. Dengan demikian, hal ini dapat membantu meningkatkan nilai perekonomian di daerah dan menambah devisa negara.

“Kami selalu terbuka, proaktif, dan bersama-sama para eksportir serta UMKM, baik yang sudah berjalan maupun yang baru memulai. Kami berjalan bersama dan mendorong agar bisa memenuhi persyaratan-persyaratan tersebut,” pungkas Kostan. (T2)

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com