Sawit Indonesia Ramah Anak (SIRA) untuk Papua Emas 2045

oleh -1421 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/ Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Bidang Pengembangan SDM, Sumarjono Saragih (kanan) serahkan buku panduan sawit ramah anak ke perwakilan Pemprov Papua.

InfoSAWIT, PAPUA – Perkebunan kelapa sawit tidak hanya membawa dampak ekonomi, tetapi juga memikul misi sosial yang signifikan. Manfaat sosial dari kehadiran sawit sering kali tidak diperhitungkan, padahal potensi ini bisa menjadi modal besar yang dilipatgandakan melalui gerakan bersama.

Sejarah panjang sawit di Indonesia, yang dimulai dari Sumatera, sarat dengan praktik baik yang telah membawa transformasi sosial di berbagai pedesaan. Praktik-praktik ini berkontribusi signifikan dalam percepatan kemajuan daerah, dan potensinya kini bisa diterapkan untuk kemajuan Papua.


Diungkapkan Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Bidang Pengembangan SDM, Sumarjono Saragih, Sumarjono Saragih, kehadiran sawit di Papua relatif baru dan sayangnya diwarnai oleh banyak penolakan.

BACA JUGA: BPDPKS dan Ditjenbun Gandeng IPB Training Gelar Pelatihan Keuangan untuk 58 Petani Sawit di Sumatera Selatan

Penolakan ini sering kali mengabaikan sisi positif yang dibawa oleh sawit. Realitanya, masyarakat asli Papua (AOP) membutuhkan perhatian khusus, seperti yang tercermin dari berbagai program dan otonomi khusus dari pemerintah. “Namun, program ini tidak cukup jika tidak didukung oleh partisipasi berbagai pihak, termasuk sektor perkebunan sawit,” katanya kepada InfoSAWIT, belum lama ini.

Namun demikian kata Sumarjono, terlepas dari kontroversi, kehadiran sawit di pedesaan Papua membawa dampak positif yang signifikan. Sawit menciptakan peluang ekonomi baru bagi masyarakat sebagai pekerja dan petani plasma.

“Selain itu, sawit juga berkontribusi pada sistem kehidupan yang lebih baik melalui peningkatan pendidikan, kesehatan, dan tatanan sosial lainnya, khususnya untuk anak dan perempuan,” katanya menjelaskan.

BACA JUGA: Varietas Bibit Sawit China itu bernama Re-you 6, Namun Perkebunan Sawit di China Dihadapakan Pada Biaya Tinggi

Lantas, praktik baik sawit ramah anak adalah salah satu cara mempersiapkan generasi emas 2045. Dalam waktu 20 tahun ke depan, diperlukan upaya bersama dan konkret untuk mewujudkan Papua Emas 2045. “Oleh karena itu, peran sawit di pedesaan menjadi sangat penting. Dengan kebijakan yang tepat dan kolaborasi yang baik, sawit bisa menjadi motor penggerak utama,” ungkap Sumarjono yang juga merupakan Chairman & Founder Worker Initiatives for Sustainable Palm Oil (WISPO).

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com