InfoSAWIT, JAKARTA – Merujuk laporan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI), penurunan volume ekspor minyak sawit dari Maret ke April teratat yang terbesar terjadi untuk tujuan China yakni dari sebelumnya sebanyak 447 ribu ton menjadi 315 ribu ton.
Tren penurunan ekspor miyak sawit ini diikuti tujuan India dari sejumlah 456 ribu ton menjadi 332 ribu ton, lantas Bangladesh dari 162 ribu ton menjadi 67 ribu ton dan Pakistan dari 270 ribu ton menjadi 182 ribu ton, serta Belanda dari 169 ribu ton menjadi 108 ribu ton.
Sementara kenaikan volume ekspor pada April terjadi untuk tujuan USA dari 129 ribu ton menjadi 193 ribu ton, Spanyol dari 38 ribu ton menjadi 70 ribu ton dan Italia dari 67 ribu ton menjadi 84 ribu ton.
BACA JUGA: Kabupaten Labuhanbatu Utara Gelar Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Untuk 162 Petani
Diungkapkan Direktur Eksekutif GAPKI, Mukti Sardjono, namun secara YoY sampai dengan bulan April tahun 2024 terhadap 2023, ekspor tujuan Pakistan meningkat 68,49% menjadi 741 ribu ton berbanding 440 ribu ton pada 2023, demikian juga untuk India yang naik dengan 3,62% menjadi 1,223 ribu ton berbanding dengan 1,180 ribu ton untuk tahun 2023.
“Sedangkan untuk tujuan China YoY April 2024 lebih rendah 4,2% berbanding dengan tahun 2023, tujuan EU 3% lebih rendah dan USA 1,16% lebih rendah,” katanya dalam keterangan resmi diterima InfoSAWIT, ditulis Rabu (25/6/2024).
BACA JUGA: Produksi Minyak Sawit Indonesia Pada April Naik Tipis, Ekspor Malah Menurun
Dengan demikian, stok awal April sebesar mencapai 3.300 ribu ton, produksi CPO dan PKO 4.115 ribu ton, konsumsi dalam negeri 1.893 ribu ton dan ekspor 2.178 ribu ton, maka stok akhir April 2024 menjadi 3.741 ribu ton atau meningkat sekitar 13,36 % dibandingkan stok bulan Maret 2024. (T2)
