Saatnya Petani Sawit Paham SNI 8211:2015, Supaya Produksi Kelapa Sawitnya Melonjak

oleh -11736 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
infosawit
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi Bibit Sawit Unggul.

InfoSAWIT, JAMBI – Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) Jambi mendorong para petani memahami mengenai pentingnya Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional, utamanya mengani benih kelapa sawit.

Diungkapkan Penyuluh Pertanian Ahli Pertama BPSIP Jambi, Fahri Novaldi menjelaskan pentingnya Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 102 Tahun 2000 tentang Standardisasi Nasional.

SNI adalah standar yang ditetapkan oleh Badan Standardisasi Nasional dan berlaku secara nasional, dengan spesifikasi teknis yang dibuat berdasarkan konsensus para pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, produsen, konsumen, dan pakar. SNI 8211:2015 adalah standar mengenai Benih Kelapa Sawit yang mencakup persyaratan mutu produksi benih, kecambah, teknis pengemasan, pertumbuhan benih, dan layanan purna jual.

BACA  JUGA: Berbagai Negara Turut Dalam Kolaborasi Global untuk Perkebunan Sawit Rakyat Berkelanjutan

Fahri menambahkan bahwa SNI Benih Kelapa Sawit disusun untuk meningkatkan jaminan mutu (quality assurance) benih kelapa sawit. Kecambah kelapa sawit sebagai benih yang dapat diperdagangkan sangat berpengaruh terhadap produktivitas perkebunan kelapa sawit. “Oleh karena itu, diperlukan persyaratan teknis yang ketat untuk memproduksi kecambah berkualitas,” katanya dikutip InfoSAWIT dari laman resmi BPSIP Jambi, ditulis Kamis (27/6/2024).

Mengapa penerapan SNI 8211:2015 ini penting? Industri kelapa sawit di Jambi merupakan salah satu sektor ekonomi utama di provinsi ini. Berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2023, terdapat lebih dari 271 ribu unit usaha pertanian perorangan yang mengusahakan kelapa sawit. Namun, produktivitas perkebunan sawit rakyat masih rendah dibandingkan dengan perkebunan swasta.

Data Statistik Perkebunan Kementerian Pertanian tahun 2020 menunjukkan produktivitas kebun sawit rakyat sebesar 3,429 ton/ha, di bawah rata-rata nasional 3,89 ton/ha, sedangkan produktivitas perkebunan milik negara dan swasta mencapai 4,4 ton/ha dan 4,2 ton/ha.

BACA JUGA: Harga TBS Sawit Sumut Periode 26 Juni – 2 Juli 2024 Turun Tipis, Cek Harganya..

Salah satu penyebab rendahnya produktivitas perkebunan kelapa sawit rakyat adalah penggunaan benih yang tidak berkualitas atau tidak sesuai standar SNI 8211:2015. Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan benih tidak unggul oleh petani antara lain pengetahuan tentang benih unggul yang masih rendah, akses pasar yang terbatas, keterbatasan modal, dan penjualan benih tidak unggul oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com