Serbuan Pemodal Asing Kuasai Kebun Sawit Indonesia

oleh -16278 Dilihat
Editor: Redaksi InfoSAWIT
InfoSAWIT
Dok. InfoSAWIT/Ilustrasi perkebunan kelapa sawit.

InfoSAWIT, JAKARTA –  Luasan perkebunan sawit Indonesia yang sudah dikuasai investor asing memang simpang siur. Angka paling optimistis menyebut seluas 3 juta ha. Ada pula yang menyebut 2 juta ha. Tahun 2006, investasi Malaysia di perkebunan sawit Indonesia ditengarai sudah mencapai Rp 3,2 triliun, dengan penguasaan lahan 800.000 ha, atau 14,5% dari total luas perkebunan sawit nasional kala itu.

Malaysia bukan satu-satunya, menjadi pemodal asing yang mengadu peruntungan di bisnis sawit Indonesia datang dari banyak negara, seperti Singapura, Inggris, Belgia, Amerika Serikat, Kuwait, Thailand, bahkan Myanmar.

Hanya saja, investor Malaysia yang paling dominan. Gelombang investasi Malaysia ke perkebunan sawit Indonesia sudah berlangsung sejak 1990-an.

BACA JUGA: Memungut Berondolan Sawit Lebih Efisien Saat Gunakan APB

Hampir semua korporasi besar sawit masuk, seperti Sime Darby (gabungan Golden Hope Plantations dan Kumpulan Guthrie), IOI, Agro Hope, dan KLK Kepong. Ada pula mereka yang berbendera perusahaan investasi, salah satunya Pinehill Ventures Limited.

Bahkan, pengelola keuangan seperti Khazanah dan Tabung Haji (TH) turut merambah  bisnis sawit di negeri ini  Sime Darby, pemain utama CPOyang memproduksi 2,4 juta ton atau 6% dari total produksi tahunan dunia dengan lahan produktif 522.489 ha, boleh dibilang sebagai “perintis” ekspansi ke RI.

Sime Darby melalui PT Minamas Plantations (dikukuhkan pada 2001) kini beroperasi di 8 provinsi di Pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, dengan menguasai total lahan 299.263 ha, tapi baru 68% (204.845 ha) yang ditanami sawit beragam usia. Makanya Indonesia punya posisi penting bagi Sime Darby.

BACA JUGA: Harga CPO KPBN Inacom Naik 0,77 Persen pada Jumat (28/6), Harga CPO Mingguan Naik Tipis

Apa alasan investor sawit Malaysia “menyerbu” Indonesia? Salah satunya, karena cadangan lahan di negara itu sudah menipis. Kalaupun masih tersedia lahan, harganya naik hingga empat kali.

Kualitas tanah di Malaysia juga tidak  sebaik Indonesia, karena berupa tanah lempung padat yang menjadi sangat keras seperti batu ketika datang musim kemarau.  Berbeda dengan tanah di Indonesia yang subur, dengan ciri-cirinya yang sangat cocok untuk tanaman kelapa sawit, antara lain mengandung banyak lempung, permukaan air tanah cukup dalam, tidak berbatu, solum cukup  dalam, dan tingkat keasaman tanah (pH) 4-6. Jenis tanah yang baik untuk kebun sawit juga tersedia di Indonesia, yakni tanah latosol, ultisol, ulvial, tanah gambut saprik, dataran pantai, serta tanah muara sungai.

Dapatkan update berita seputar harga TBS, CPO dan industri kelapa sawit setiap hari dengan bergabung di Grup Telegram "InfoSAWIT - News Update", caranya klik link InfoSAWIT-News Update, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel. Bisa juga IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS.


Atau ikuti saluran Whatsapp "InfoSAWIT News", caranya klik link InfoSAWIT News dan Group Whatsapp di InfoSAWIT News Update

Untuk informasi langganan dan Iklan silahkan WhatsApp ke Marketing InfoSAWIT_01 dan Marketing InfoSAWIT_02 atau email ke sawit.magazine@gmail.com